Sunday, September 7, 2014

Apa Bedanya Restoran 'Muslim Friendly' dan 'Pork Free' ?



Foto : Getty Images

Jakarta - Jepang sedang berusaha menjadi destinasi wisata yang semakin ramah terhadap pelancong muslim. Panduan wisata bagi muslimpun cukup mudah didapatkan. Di negara ini tersedia daftar restoran dan hotel yang menyediakan makanan yang aman dikonsumsi muslim.

Asosiasi Muslim Kyoto (KMA) serta Dewan Hubungan Syariah dan Halal Kyoto membuat kategori halal untuk mempermudah kaum muslim mengetahui kehalalan restoran yang akan mereka kunjungi. Berikut daftarnya, seperti dilansir situs Official Kyoto Travel Guide:

1. Halal
Dipajangnya logo halal resmi dari lembaga berwenang menunjukkan restoran dan kedai kopi yang hanya menyajikan makanan halal. Jika tak ada minuman beralkohol yang dihidangkan, seluruh restorannya bersertifikat halal. Kalau ada, berarti seluruh menu makanannya bersertifikat halal namun minuman beralkoholnya dipisah.

2. Muslim Friendly
Restoran berlabel 'Muslim Friendly' menyajikan menu bersertifikat halal yang terpisah dari menu biasa. Menu yang tak berlogo halal bisa saja menggunakan daging ayam dan sapi nonhalal serta bumbu beralkohol.

3. Muslim Welcome
Tanda ini menunjukkan bahwa restoran tak menggunakan daging babi, bahan yang berkaitan dengan babi, maupun perasa alkohol. Namun, tak ada menu bersertifikat halal. Jadi, daging ayam, sapi, kambing, dan lainnya yang dihidangkan belum tentu terjamin kehalalannya.

4. Pork-free
Restoran ini tak menggunakan daging babi maupun bahan lain yang berasal dari babi, namun perasa yang mengandung alkohol mungkin saja digunakan.

5. Kriteria halal restoran Jepang
Organisasi Pariwisata Nasional Jepang menerbitkan Panduan Wisata Jepang untuk pengunjung muslim. Restoran yang tercantum di daftar masuk kriteria menyediakan daging halal (M), pemilik atau chefnya muslim (O), nonalkohol (A), atau menyediakan menu vegetarian (V). Ada sebagian restoran yang memenuhi beberapa kriteria sekaligus.

Fitria Rahmadianti-detikFood




Tuesday, September 2, 2014

Lima Manfaat Hebat Minyak Kelapa


Foto : Shutterstock

Minyak kelapa sebenarnya sudah sejak lama dipakai oleh nenek moyang kita. Namun, semakin lama minyak kelapa ini semakin ditinggalkan, padahal fungsi minyak kelapa sangat beragam, mulai dari kecantikan hingga kesehatan.

Berikut lima manfaat dari minyak kelapa:

Sumber energi
Asam lauric, lemak jenuh yang dominan ada dalam minyak kelapa, adalah asam lemak rantai menengah. Tubuh memakai asam ini secara berbeda dibanding asam rantai panjang yang ada dalam makanan berlemak. Asam lemak rantai menengah diproses oleh hati dan diubah menjadi energi oleh sel tubuh. Itu sebabnya asam lemak ini dapat membantu penurunan berat badan.

Tingkatkan kolestrol baik
Jika Anda khawatir dengan kadar kolesterol, konsumsi minyak kelapa dapat meningkatkan kolestrol baik(HDL) dan juga kolestrol jahat(LDL) dalam tubuh. Meskipun sama-sama naik, bukti menunjukkan bahwa minyak kelapa membawa manfaat baik terhadap lemak tak jenuh.

Manfaat antimikroba dan antioksidan
Minyak kelapa memiliki kandungan untuk memberantas serangga. Meskipun riset terhadap hal ini masih minim, minyak kelapa ternyata juga mampu melawan virus, bakteri, atau infeksi jamur tertentu seperti flu, bronktis, jerawat, dan sebagainya. Selain itu, minyak kelapa murni mengandung senyawa fenolik sebagai antioksidan.

Bahan untuk memasak
Minyak kelapa cocok untuk memasak karena rasa yang lebih lembut dan stabil saat dimasak. Banyak masakan yang cocok dimasak dengan minyak kelapa, terutama pembuatan roti dan masakan tumis yang tidak terlalu panas. Minyak kelapa juga populer digunakan untuk memasak kari atau masakan lain yang butuh aroma tropis.

Perawatan kulit
Minyak kelapa sangat efektif untuk membersihkan riasan wajah. Selain itu, minyak ini cocok dipakai sebagai pelembap kulit terutama di cuaca dingin saat kulit mudah kering dan pecah.

Namun, karena kandungan asam lauric yang tinggi, sebaiknya Anda memilih minyak kelapa murni (virgin coconut oil) untuk menggantikan lemak jenuh seperti mentega dan lemak trans.
Perlu diingat bahwa minyak kelapa tetap adalah lemak, dan hindari konsumsi berlebihan.

Kompas.com
Penulis : Kevin Sanly Putera 
Sumber :
Editor :
Lusia Kus Anna