Tuesday, December 3, 2013

Sambal Pun Perlu Inovasi

Sambal
Foto : http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/0.35082400-1385372106-Chili43.jpg.jpeg

JAKARTA -- Siapa yang tidak kenal sambal, menu pelengkap makanan yang satu ini sangat popular bahkan bagi sebagian orang Indonesia telah menjadi menu wajib sehari-hari. ABC International mampir menengok kompetisi inovasi sambal nusantara di Jakarta dan berbincang dengan para inovator bisnis sambal.
Kegemaran orang terhadap sambal inilah yang kemudian dimanfaatkan sejumlah pebisnis untuk mendulang rupiah dari pedasnya sambal, khususnya sambel kemasan.
Bisnis sambal kemasan ternyata menggiurkan, karena meski mudah membuatnya, tapi tidak semua orang mampu meracik sambal dengan cita rasa yang mantap dan tentu saja punya waktu untuk membuatnya.
Indah Roesdiatmoko salah seorang yang mengambil peluang di Semarang Jawa Tengah untuk berjualan sambel kemasan sejak setahun terakhir.
"Orang sekarang milih praktiskan, ibu-ibu yang kerja,sampe rumah dia musti ngulek sambal lagi, pasti males kan?,” katanya.
Indah memulai bisnis sambalnya pada 2012 lalu, diawal usahanya dalam sebulan dia berhasil menjual 700 botol sambel dengan harga sekitar Rp 20 ribu. 
Kini omsetnya naik hampir empat kali lipat perbulan.
Indah mengaku daya tarik utama sambel hasil racikannya yang diberi label ‘Lombok Oedel’ terletak pada cita rasa sambel rumahan dan serba guna.
“Makanya kita jual yang citarasa rumahan apalagi kalo sambal itu bisa multi bisa untuk cocolan,  bisa untuk bumbu dasar, nah itu nilai plusnya lagi. Bisa untuk cireng, cumi oseng teri macem-macem,” lanjut Indah.
Salah satu faktor yang juga penting dalam memasarkan sambel kemasan adalah kestabilan rasa.
Untuk menjaga hal itu, Indah mengandalkan bahan baku yang segar untuk membuat sambalnya..
Dengan modal yang kerap terbatas, pelaku bisnis yang satu ini harus pandai-pandai melakukan strategi pemasaran. 
Media online, dan promosi dikomunitas dan lingkungan menjadi salah satu strategi pemasaran yang bisa dimanfaatkan untuk menggenjot penjualan.
Salah satu cara lainnya adalah dengan menyajikan varian rasa yang beragam.
Cara inilah yang dilakukan Mujiati pemilik label sambel ‘Cuk’ dari Surabaya Jawa Timur yang sudah berjualan sambel kemasan sejak 3 tahun belakangan.
Perempuan ini mengaku setiap bulan mampu menjual hampir 4 ribu botol sambel dengan omset lebih sekitar 40 juta rupiah. Mujiati berniat terus memperkaya varian rasa sambel racikannya.  
“Saya jual lima varian, sambel klotok, sambel bawang, sambel bajak terasi tomat, sambel ijo teri medan, sambel rujak cingur,” tutur Mujiati.
Varian rasa ini bagi Mujiati sangat penting, karenanya dia sampai mengikuti kursus masak khusus sambal nusantara untuk memperkaya wawasannya mengenai sambal dari berbagai kota di Indonesia.
Selain varian rasa, saat ini sambal kemasan juga dijual dalam bentuk berbeda. Jika kebanyakan sambal  berbentuk sambal basah, Frida dari Jakarta lebih memilih sambal dalam bentuk kering atau dikenal dengan sebutan abon cabe.
Karena bentuknya yang kering, Abon Cabe Ninoy racikan UKM Frida banyak digandrungi para pelancong maupun dijadikan oleh-oleh ke luar negeri.
“Kalau bepergian bawa sambal biasa kan bisa tumpah repot, apalagi ke luar negeri, makanya kita bikin sambal kering  tapi cita rasa tetap Indonesia,” tambah Mujiati.
Kemasan perlu diperbaiki
Usaha sambal kemasan terhitung baru di Indonesia, padahal di beberapa negara, usaha sambal kemasan sudah cukup populer. 
Meski baru, namun Nungky Nur Adiningsih dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menilai industri sambal kemasan Indonesia tidak kalah bersaing dari segi kreatifitas maupun inovasi produk.
Namun kondisi positif ini menurutnya perlu ditingkatkan terutama kesadaran memproduksi produk agar sesuai standar produk makanan baik nasional maupun internasional. Pekerjaan rumah terbesar menurut nungki adalah memperbaiki kemasan.
“Kemasannya, wadahnya masih terlalu sederhana apa adanya..kalo sambal ya gambarnya cabe tok’   padahal kan bisa divariasikan apa mimpinya produk sambalnya ke depan akan seperti apa..kan itu bisa juga dibuat gambar,” harap Nungky.
Salah satu tantangan terbesar industri sambal kemasan adalah ketersediaan bahan baku yakni cabe. Karenanya kestabilan harga menjadi hal penting dalam usaha mereka. 
Belum lama iini harga cabe sempat melambung yang tentu saja berdampak langsung pada usaha mereka.
Untuk menghindari  gejolak harga, pelaku sambal kemasan didorong melakukan kerjasama dengan supplier atau petani cabai langsung untuk mendapatkan harga beli cabai yang menguntungkan.
Kehadiran sambel kemasan dipasaran juga  bisa dilihat sebagai upaya mengurangi ketergantungan warga terhadap komoditas cabe segar.
Sehingga jika terjadi keterbatasan pasokan dapat  mengurangi inflasi akibat harga cabe yang melonjak.







Friday, November 29, 2013

Makanan Untuk Meningkatkan Kolesterol Baik



KOMPAS.com - Gaya hidup tidak sehat telah menjadikan kolesterol sebagai musuh manusia. Padahal, zat ini besar manfaatnya untuk otak dan hati, serta jaringan saraf yang ada dalam tubuh manusia. Bahkan, kolesterol berperan dalam pembentukan hormon seks.

Mendengar kata kolesterol, pikiran kita sebagian besar pasti terarah kepada  penyakit pencabut nyawa seperti penyakit jantung, stroke, dan sebagainya. Opini tersebut semakin kuat akibat banyaknya iklan-iklan produk makanan yang memberi iming-iming “bebas kolesterol”. 

Ekspose secara berlebihan tersebut, memberi kesan bahwa kolesterol merupakan musuh besar bagi kesehatan manusia. Namun benarkah kolesterol berbahaya?
Menurur Prof. Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB, meskipun dianggap berbahaya, kolesterol tetap dibutuhkan tubuh. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain. Dari jumlah tersebut 25-40 persen atau sekitar 200-300 mg secara normal berasal dari makanan, selebihnya disintesis oleh tubuh.
Ada dua macam kolesterol yang mesti diamati, yaitu kolesterol baik yaitu HDL, dan kolesterol jahat (LDL). Tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Sumber utama kolesterol adalah makanan yang mengandung lemak. Makanan yang mengandung jenis lemak seperti, lemak trans, minyak terhidrogenasi, lemak jenuh dan beberapa minyak tropis, adalah jenis lemak yang harus dihindari karena dapat meningkatkan kadar LDL.

Sedangkan minyak zaitun, kacang, biji-bijian dan biji minyak, minyak nabati yang belum diproses dan minyak non terhidrogenasi adalah pilihan lemak terbaik yang harus Anda konsumsi setiap hari.
Bila Anda ingin meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh Anda tak ada salahnya memilih 4 jenis makanan sehat berikut :

1. Alpukat
Alpukat adalah buah yang memiliki kandungan tinggi lemak. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena selain daging buahnya yang gurih, alpukat memiliki mengandung lemak baik (HDL). Kandungan lutein pada alpukat berkhasiat untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan mata dan kandungan klorofilnya merupakan sumber antioksidan.

2. Minyak kelapa murni

Minyak kelapa dapat menjadi pilihan terbaik sebagai menu makanan penutup yang sehat. Meski kegunaan minyak kelapa masih terus dipelajari, tapi manfaatnya telah diakui ampuh sebagi anti-bakteri, kaya akan vitamin K dan E dan zat besi. Beberapa riset bahkan mengindikasikan, minyak kelapa dapat membantu manajemen berat badan, karena mengurangi stres pada sistem endokrin.

3. Ikan
 

Beberapa jenis ikan mengandung lemak yang sangat baik bagi kesehata.  Salmon, sarden, herring, makarel dan tuna adalah jenis ikan yang mengandung asam lemak omega-3. Lemak pada ikan sangat dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan, perkembangan fungsi otak, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Asam lemak omega-3 juga dapat ditemukan pada tumbuhan laut seperti krill, alga, beberapa tanaman dan minyak kacang. Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), mengurangi peradangan dan mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan diabetes tipe 2. 

EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic)  adalah tipe asam lemak omega-3 yang banyak ditemukan dalam minyak ikan untuk mengurangi resiko irama jantung abnormal yang mengakibatkan kematian mendadak dan penyakit jantung, menurut hasil studi di University of Maryland Medical Center .

4. Kacang-kacangan
 atau polong-polongan

Kacang-kacangan merupakan sumber nutrisi yang melindungi kesehatan Anda. Orang yang makan kacang secara teratur berisiko lebih rendah untuk meninggal akibat serangan jantung dan stroke ketimbang mereka yang makan sedikit, menurut studi di Harvard School of Public Health. Badan Pengawas Obat dan Makanan, Amerika Serikat (FDA) bahkan mengklaim, "makan- makanan yang mencakup satu ons kacang setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung."
Kebanyakan jenis kacang-kacangan mengandungan tingkat kolesterol jahat (LDL) yang rendah dan mampu meningkatkan kolesterol baik. Kenari misalnya, mengandung asam lemak omega-3 yang melindungi Anda dari ritme jantung abnormal yang mematikan dan pembekuan darah. Beberapa contoh jenis kacang yang mengandung omega 3 adalah kacang tanah, kacang merah, almond dan kenari.
Sumber :
Editor :
Asep Candra



http://health.kompas.com/read/2013/11/28/1507499/Tingkatkan.Kolesterol.Baik.dengan.Makanan.Ini




Sunday, November 24, 2013

Fiber And How To Include More In Your Diet


Fiber is an essential part of a healthy diet and yet many of us
don’t know what it is or how to increase our intake of it. A diet
high in fiber provides many benefits, including regulation of bowel
movements, reduction of heart disease and diabetes, and maintenance
of a healthy weight. Most people are not getting enough fiber in
their diets because processed foods, the mainstay of many people’s diets,
do not contain a lot of fiber.

Dietary fiber, essentially, is the component of plant foods that the body
cannot digest. The body does not absorb fiber; it passes through the
body intact. The function of fiber is to aid the passage of other foods
through the digestive tract. There are two types of fiber, soluble and
insoluble. Both of these types of fiber help the digestive process, and
both are important, but they behave in different ways.

Soluble fiber dissolves in water to form a gel like substance. This type
of fiber helps you feel full longer because it stays in your stomach for
long time and thus will help control your appetite. Studies have shown 
that soluble fiber helps prevent the absorption of LDL cholesterol, and 
can lower glucose levels. Good sources of soluble fiber are oats, apples, 
peas, citrus fruits, and psyllium.

Insoluble fiber does not dissolve in water. It aids digestion because it
helps regulate the journey of other foods through the digestive tract.
Insoluble fiber should be added to your diet if you struggle with constipation
or a sluggish bowel. Insoluble fiber is the type of fiber that most people
know a little about and are consciously eating in their breakfast
cereal to keep them “regular”. Good sources include bran, whole
grains, barley, and green beans. Some fruits and vegetable contain
both soluble and insoluble fiber; their skins contain insoluble fiber
and their flesh contains soluble fiber. For this reason, it is recommended
that we include at least five servings of fruits and vegetables in our diets.

Most people are not getting enough fiber in their diet. Not only
does fiber help to keep your bowel movements regular and keep
your digestive tract healthy, but it can help you maintain a healthy
weight. It is recommended that men consume approximately 35
grams of fiber on a daily basis and women consume 25 grams.
Today, because we are consuming so many processed foods,
and so few fruits and vegetables, it is thought that most adults
are eating only half their daily recommendation of fiber. To increase
fiber in your diet try to add foods to your diet that contain both
soluble and insoluble fiber. If you are not used to eating any fiber
at all increase your fiber intake gradually to avoid any digestive
problems. Decreasing the amount of processed foods you eat,
and adding whole fresh foods like fruits and vegetables and whole
grains to your diet, will increase your fiber intake and is the key
to a healthy diet.


Article Directory: http://www.articledashboard.com
Canadian magazines are a good place to find information on
fiber and how to include it in a healthy diet.Women to women magazines
are also a good source of recipes that include fiber, and nutritional
recommendations for you and your family.