Friday, October 10, 2014

Beberapa Kelebihan Pangan Organik


Foto : Shutterstock

Kekhawatiran akan bahaya pestisida dalam bahan makanan membuat banyak orang beralih ke sayuran atau buah organik. Ahmad Sulaeman, Guru Besar Keamanan Pangan Dan Gizi Institut Pertanian Bogor, memaparkan lima keuntungan jika kita mengonsumsi produk yang ditanam secara organik.

1. Lebih aman secara kimiawi

Pangan organik memang tak menggunakan pupuk kimia serta pestisida dalam proses penanamannya. Namun, Ahmad menyarankan agar konsumen tetap berhati-hati. “Jika sayuran organik mengandalkan pupuk kandang yang dikompos secara tidak sempurna, akan banyak salmonella, patogen dan lain-lainnya,” ungkapnya. Sehingga sebaiknya tetap harus dicuci bersih. Namun dilihat dari sisi kandungan kimia, produk organik jauh lebih aman dibandingkan produk nonorganik.

2. Lebih menyehatkan tubuh

Menurut penelitian, produk-produk organik lebih banyak mengandung fitokemikal, yang memiliki fungsi untuk meningkatkan aktivitas enzim yang berperan dalam menghancurkan agen karsinogenik.

3. Memiliki zat gizi lebih

Dengan proses penanaman secara organik, unsur hara yang dimiliki oleh tanah lebih kaya. “Karena itu ada penelitian yang menyatakan pada produk organik, kandungan zat besi, karotena, serta vitamin C lebih banyak,” ungkap Ahmad.

4. Rasa yang kaya

Buah-buahan serta sayur-sayuran organik memiliki rasa yang lebih enak dan renyah. Beberapa orang yang memiliki indera perasa yang sensitif mengatakan bahwa sayur berpestisida masih mengandung rasa pahit bahkan setelah dicuci, sementara sayur organik terasa lebih lezat.

5. Umumnya lebih tahan lama

“Hal ini mungkin disebabkan karena sayur dan buah organik, sempurna matangnya,” ujar Ahmad. Selain itu, tanpa campur tangan manusia, tanaman organik memiliki pertahanan alami sendiri baik terhadap hama maupun cuaca. Hal ini juga diakui oleh Albert Setiawan, dari bagian gizi Rumah Sakit S.T. Carolus yang menyajikan pangan organik kepada semua pasiennya.

Sudah menjadi pendapat umum bahwa produk organik memiliki harga yang cukup tinggi. Benarkah demikian? Sejatinya, kangkung dan cabai organik bisa didapatkan hanya selangkah dari pintu rumah kita.
 (Titania Febrianti/Kompas.com)
Sumber :
Editor :
Lusia Kus Anna


Tuesday, October 7, 2014

Benarkah Daging Kambing Bagus untuk Tekanan Darah Rendah?


Foto : Shutterstock

Oleh :

Dr. Ari F. Syam Sp.Pd


Pengamat Kesehatan, Staf Pengajar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI RSCM) Twitter : @DokterAri


Di Hari Raya ini sebagian masyarakat akan menikmati makanan yang mengandung daging kambing atau daging sapi. Jika ingat daging kambing saya ingat beberapa mitos yang sangat diyakini masyarakat kebenarannya.

Mitos pertama, masyarakat yang kebetulan diketahui tekanan darahnya rendah atau hipotensi (TD < atau = 90/60) akhirnya meningkatkan makan daging kambing agar tensi darahnya naik. 

Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Bisa karena perdarahan, kurang minum sampai dehidrasi karena berbagai sebab, kelelahan atau kurang tidur. Tensi yang rendah juga dapat disebabkan karena gangguan pada jantung baik karena kelainan katup atau serangan jantung bahkan gagal jantung. 

Tapi pada sebagian masyarakat, tanpa melihat kenapa tekanan darahnya rendah langsung menkonsumsi daging kambing secara berlebihan. Kalau tensi turun karena gangguan jantung, konsumsi daging kambing yang berlebihan justru akan fatal dan memperburuk keadaan.

Dampak langsung akibat menkonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Kalau kebetulan mempunyai penyakit GERD (penyakit dimana asam atau isi lambung balik arah ke atas), maka GERDnya akan bertambah parah setelah menkonsumsi daging kambing berlebihan. Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah. Apalagi setelah makan kita langsung tidur karena kekenyangan. 

Mitos kedua yang juga beredar ditengah masyarakat adalah bahwa “torpedo” atau testis kambing akan meningkatkan gairah seksual atau sate kambing setengah matang meningkatkan gairah seksual. Ternyata hal inipun tidak sepenuhnya benar. 

Memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Tetapi sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan.

Daging kambing juga daging merah lain seperti daging sapi mengandung tinggi lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh yang banyak mengandung LDL lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita. 

Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Daging kambing termasuk juga daging sapi yang akan menjadi santapan utama hari raya Kurban mengandung zat gizi yang memang kita butuhkan, tetapi kalau jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan kita. 

Jangan lupa imbangi banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan.

Salam sehat, selamat makan daging kurban dan tetap sehat.


http://health.kompas.com/read/2014/10/03/162712223/Benarkah.Daging.Kambing.Bagus.untuk.Tekanan.Darah.Rendah.
Editor :
Lusia Kus Anna