Thursday, November 7, 2013

Obat Herbal Untuk Hipertensi


SHUTTERSTOCK
Foto : http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/06/1838486-bawang-putih-bawang-780x390.jpg

KOMPAS.com - Data menunjukkan sepertiga orang dewasa di Indonesia memiliki tekanan darah di atas nilai normal. Tidak sedikit yang telah mengalami komplikasi dan mencari pengobatan herbal untuk mengobatinya. Di sisi lain, mereka yang sudah dalam terapi obat-obatan tidak sedikit merasa bosan minum obat terus-menerus. Mereka mulai mencari jalan pintas dengan pengobatan herbal. Namun benarkah pengobatan herbal dapat membantu menyembuhkan hipertensi?

Dalam dunia medis dikenal dan diakui adanya pengobatan alternatif salah satunya ialah obat herbal. Obat herbal di sini ialah obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami. Namun kelemahan dari pengobatan jenis ini ialah amat sedikitnya bukti penelitian ilmiah akan khasiat obat tersebut. Dokter tidak akan memberikan obat yang khasiatnya masih dipertanyakan.

Obat herbal atau tanaman herbal biasanya popular dari mulut ke mulut. Dimulai dari laporan seseorang yang merasa membaik dengan tanaman atau obat tersebut. Kabar tersebut kemudian menyebar dari mulut ke mulut. Setelah cukup popular di masyarakat, para ahli biasanya melakukan penelitian untuk membuktikan khasiat tersebut.
Yang perlu menjadi catatan di sini adalah tak sedikit obat herbal yang popular di masyarakat ternyata tidak terbukti berkhasiat. Lebih jauh lagi, tidak sedikit pula obat herbal yang popular tersebut yang belum pernah diteliti sama sekali alias belum ada bukti ilmiahnya.

Hipertensi dan Bawang Putih

Dapat dikatakan bawang putih menempati urutan pertama obat herbal yang paling popular untuk hipertensi. Berdasarkan pengalaman penulis, banyak penderita hipertensi yang tidak segan untuk melahap bawang putih utuh-utuh saat merasa tekanan sedang tinggi. Beberapa penderita hipertensi juga menjadikan konsumsi bawang putih setiap hari sebagai suatu rutinitas.

Kabar baiknya, penelitian ilmiah terkait manfaat bawang putih untuk hipertensi sudah banyak dilakukan dan hasil penelitian tersebut menunjukkan bawang putih memiliki khasiat menurunkan tekanan darah. Bawang putih mengandung zat alisin dan hidrogen sulfida. Zat tersebut memiliki efek selayaknya obat darah tinggi, yakni memperbesar pembuluh darah dan membuat pembuluh darah tidak kaku sehingga tekanan darah akan turun.

Efek penurunan tekanan darah yang dimiliki bawang putih cukup besar. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi bawang putih sebanyak 900 miligram rutin selama 3 bulan dapat menurunkan tekanan darah sistol sebesar 6-10 mmHg dan tekanan diastol 6-9 mmHg.

Hipertensi dan Minyak Ikan

Salah satu obat herbal darah tinggi yang juga cukup berkhasiat ialah minyak ikan. Minyak ikan mengandung omega-3 yang baik untuk jantung dan organ-organ tubuh lainnya. Omega-3 dapat mencegah penyempitan pembuluh darah, mengurangi tekanan aliran darah, dan memperbaiki fungsi ginjal. Namun, minyak ikan agaknya kurang popular di masyarakat karena sulitnya mendapatkan produk minyak ikan.

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi 4-7 gram minyak ikan sehari selama 6 bulan dapat menurunkan tekanan darah sistol hingga 4,5 mmHg dan tekanan darah diastol 2,2 mmHg. Minyak ikan dapat menurunkan risiko hipertensi hingga 35  persen.

Hipertensi, Belimbing, dan Buah Lainnya

Buah yang popular dipercaya berkhasiat untuk tekanan darah tinggi adalah belimbing. Rasa asam yang dimiliki belimbing dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Sayangnya, buah satu ini belum terbukti berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Belum ada penelitian yang menyatakan dan membuktikan khasiat tersebut.

Terkait buah-buahan, sejumlah peneliti pernah menguji manfaat buah dan jus buah untuk tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi buah atau jus buah secara rutin memiliki khasiat menurunkan tekanan diastol sebesar 2 mmHg.

Kebiasaan mengonsumsi buah-buahan dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner hingga 7 persen. Kebiasaan mengonsumsi 8 porsi buah dan sayur dalam sehari dapat menurunkan risiko hipertensi hingga 15 persen. Buah-buahan banyak mengandung polifenol, zat antioksidan, dan asam folat yang baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Hipertensi dan Mentimun

Mentimun juga telah lama dipercaya berkhasiat untuk darah tinggi. Namun faktanya, sama seperti belimbing, belum ada bukti ilmiah cukup kuat dalam bidang kedokteran yang menunjukkan khasiat tersebut.

Mentimun memang mengandung banyak zat bermanfaat, seperti kalium, kalsium, dan fosfor. Kandungan tersebut bersifat diuretik, yakni sifat yang membantu mengeluaran air dari dalam tubuh. Pada penderita hipertensi dan gagal jantung, sifat diuretik sangat menguntungkan. Semakin banyak air yang keluar dari tubuh tekanan darah akan turun dan beban kerja jantung akan berkurang. Namun apakah khasiat diuretik pada mentimun mampu secara signifikan menurunkan tekanan darah, belum ada bukti ilmiah.

Hipertensi dan Produk Herbal Instan

Selain tanaman herbal di atas, saat ini banyak ditemui produk-produk instan obat herbal. Yang paling terkenal ialah obat-obatan herbal dari negeri Cina. Beberapa ditemui dalam sediaan bubuk, serbuk dalam kemasan puyer, atau pil. Ada juga dalam bentuk cairan minuman langsung atau jamu-jamuan. Promosi yang dilakukan amat gencar. Khasiat yang ditawarkan sangat menjanjikan.

Data menunjukkan sekitar 75 persen penduduk dunia pernah menggunakan obat-obatan herbal untuk mengobati penyakit. Obat-obatan herbal dipercaya lebih efektif, lebih murah, dan lebih sedikit efek sampingnya.
Namun seperti yang diutarakan di atas, hanya sedikit obat herbal yang terbukti benar-benar memiliki khasiat. Sisanya, tidak mendatangkan khasiat. Waktu dan biaya terbuang untuk mencoba pengobatan yang tidak berkhasiat. Lebih parahnya lagi, beberapa obat herbal malah memiliki efek memperburuk penyakit. Tekanan darah malah semakin tidak terkontrol dengan produk-produk herbal.

Fenomena produk obat herbal memang sangat mengkhawatirkan dunia kesehatan kita. Seringkali ilmu kedokteran kalau saing dengan janji-janji khasiat obat herbal. Namun Anda sebagai konsumen yang bijak setidaknya saat ini mengerti bahwa yang disebut “obat” ialah obat yang diresepkan oleh tenaga medis, bukan salesman, dukun, ‘orang pintar’, iklan selembaran, iklan di televisi, dan sebagainya. Pastikan obat yang Anda konsunsi ialah obat yang Anda tahu benar telah terbukti berkhasiat dan melalui penelitian ilmiah. (@drfelixchikita)
Editor :
Asep Candra

Oleh : dr. Felix Chikita Fredy


Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Saat ini menjalani program dokter internship (dokter tugas daerah) di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Aktif menulis buku  bertema kesehatan.







Wednesday, October 30, 2013

Minum Kopi Menurunkan Risiko Kanker Hati

thumbnail
Foto: ifood.tv


Kopi seringkali disebut sebagai penyebab gangguan kesehatan. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Italia membuktikan bahwa konsumsi kopi setiap hari ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker hati.

Seperti yang dilansir di iFood (25/10/2013), Sebuah penelitian dilakukan Dr Carlo La Vecchia dari Departemen Epidemiologi di Istituto Di Ricerche Farmacologiche Mario Negri dan Departemen Ilmu Klinis Kesehatan Masyarakat Universita Degli Studi Di Milan, Italia. Penelitian ini
membuktikan bahwa minum 3 cangkir kopi setiap hari ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker hati sebesar 50% dibanding yang tidak mengonsumsinya.

Hasil dari penelitian ini ditemukan setelah para peneliti melakukan analisis berdasarkan artikel kesehatan yang diterbitkan antara tahun 1996 sampai tahun 2012,. Termasuk 16 studi berkualitas tinggi dan total 3.153 kasus mengenai konsumsi kopi dan kanker hati.

Para peneliti menyimpulkan bahwa rutin minum kopi setiap hari dapat menurunkan risiko kanker hati yang disebut karsinoma hepatoseluler sampai 50 %.

Mengenai penelitiannya ini, Dr La Vecchia mengatakan bahwa efek menguntungkan dari konsumsi kopi pada kanker hati mungkin dimediasi dengan terbuktinya pencegahan kopi bagi diabetes. Dari sana lah dapat ditemukan mengenai faktor risiko pada kanker hati beserta manfaat kopi bagi enzim-enzim hati.

Penelitian mengenai manfaat konsumsi kopi bagi penurunan risiko kanker hati ini juga telah diterbitkan dalam jurnal berjudul “Clinical Gastroenterology dan Hepatology” oleh American Gastroenterological Association.

http://food.detik.com/read/2013/10/29/113737/2398191/900/rutin-minum-kopi-dapat-turunkan-risiko-kanker-hati?d991104284top

Dianthi Nida - detikFood

(odi/fit)




Monday, October 28, 2013

Fiber And How To Include More In Your Diet

Fiber is an essential part of a healthy diet and yet many of us don’t know what it is or how to increase our intake of it. A diet high in fiber provides many benefits, including regulation of bowel movements, reduction of heart disease and diabetes, and maintenance of a healthy weight. Most people are not getting enough fiber in their diets because processed foods, the mainstay of many people’s diets, do not contain a lot of fiber. 

Dietary fiber, essentially, is the component of plant foods that the body cannot digest. The body does not absorb fiber; it passes through the body intact. The function of fiber is to aid the passage of other foods through the digestive tract. There are two types of fiber, soluble and insoluble. Both of these types of fiber help the digestive process, and both are important, but they behave in different ways.

Soluble fiber dissolves in water to form a gel like substance. This type of fiber helps you feel full longer because it stays in your stomach for a long time and thus will help control your appetite. Studies have shown that soluble fiber helps prevent the absorption of LDL cholesterol, and can lower glucose levels. Good sources of soluble fiber are oats, apples, peas, citrus fruits, and psyllium.

Insoluble fiber does not dissolve in water. It aids digestion because it helps regulate the journey of other foods through the digestive tract. Insoluble fiber should be added to your diet if you struggle with constipation or a sluggish bowel. Insoluble fiber is the type of fiber that most people know a little about and are consciously eating in their breakfast cereal to keep them “regular”. Good sources include bran, whole grains, barley, and green beans. Some fruits and vegetable contain both soluble and insoluble fiber; their skins contain insoluble fiber and their flesh contains soluble fiber. For this reason, it is recommended that we include at least five servings of fruits and vegetables in our diets.

Most people are not getting enough fiber in their diet. Not only does fiber help to keep your bowel movements regular and keep your digestive tract healthy, but it can help you maintain a healthy weight. It is recommended that men consume approximately 35 grams of fiber on a daily basis and women consume 25 grams. Today, because we are consuming so many processed foods, and so few fruits and vegetables, it is thought that most adults are eating only half their daily recommendation of fiber. To increase fiber in your diet try to add foods to your diet that contain both soluble and insoluble fiber. If you are not used to eating any fiber at all increase your fiber intake gradually to avoid any digestive problems. Decreasing the amount of processed foods you eat, and adding whole fresh foods like fruits and vegetables and whole grains to your diet, will increase your fiber intake and is the key to a healthy diet.


Article Directory: http://www.articledashboard.com
Canadian magazines are a good place to find information on fiber and how to include it in a healthy diet.Women to women magazines are also a good source of recipes that include fiber, and nutritional recommendations for you and your family.