Sunday, December 22, 2013

Food Combining, Kombinasi Makanan Seperti Ini yang Paling Tepat


Foto : Thinkstock/ detikHealth

Jakarta, Food combining diketahui mengutamakan kombinasi yang tepat dari beberapa bahan makanan. Jika sesuai, maka akan memberikan efek yang positif bagi tubuh. Begitu juga sebaliknya. Kombinasi seperti apakah yang dikatakan sebagai kombinasi serasi dan tak serasi?

"Jadi kunci food combining itu adalah dengan menerapkan kombinasi serasi dan tak serasi pada makanan, yang disesuaikan dengan siklus kerja tubuh. Kita makan tapi kalau kombinasinya tidak cocok ya tidak bisa dicerna dengan baik," tutur Andang Widhawari Gunawan, ahli terapi nutrisi, saat ditemuidetikHealth di kediamannya yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (20/12/2013).

Kombinasi Serasi:

1. Protein dan lemak, kombinasi ini merupakan kombinasi alami pada setiap makanan yang unsur dominannya protein. Unsur lemak berguna memperlambat laju pencernaan agar protein bisa lebih banyak waktu dicerna dalam lambung. Contoh serasi: ayam, daging, atau ikan yang dipanggang, bakar, rebus, dan kukus.

2. Pati dan lemak, secara alami pati sudah mengandung protein dan lemak, karena itu jangan menggunakan lemak berlebihan pada makanan tinggi pati. Contoh serasi: roti + sedikit mentega, kentang tumbuk + sedikit krim, kentang goreng (dengan minyak tak jenuh dan baru, bukan minyak bekas pakai).

3. Lemak dan asam, kombinasi ini termasuk serasi jika kadar lemaknya rendah. Asam berguna melarutkan lemak dan sebaliknya enzim pencerna lemak membutuhkan pH asam (rendah). Contoh serasi: minyak saus selada (oil dressing) + sedikit air jeruk nipis, kacang-kacangan + buah rasa asam.

4. Gula dan asam, kombinasi ini sudah menjadi kombinasi alami pada buah-buahan, sehingga semua makanan manis dianggap serasi dengan makanan asam. Contoh serasi: yoghurt murni + madu, yoghurt murni + buah-buahan, buah asam + buah manis.

5. Pati dan pati, meski serasi, tetap lebih baik jika tidak dikonsumsi berlebihan. Contoh serasi: Nasi + bihun goreng tanpa daging, nasi + kentang bumbu balado, nasi + perkedel kentang.

6. Protein nabati dan protein nabati, lemak pada protein nabati cenderung rendah, sehingga proses pencernaannya tidak selama protein hewani. Contoh serasi: nasi merah + tempe/tahu, nasi + perkedel kacang merah.

Kombinasi Tidak Serasi:

1. Protein dan pati, kombinasi ini tidak serasi dalam semua prinsip food combining. Contoh tidak serasi: roti lapis telur dadar/daging, nasi + ayam goreng, mie + bakso daging.

2. Protein dan asam, karena enzim pencernaan protein sangat aktif dalam suasana tinggi asam dan bisa menurunkan keasaman asam lambung. Contoh: ayam masak nanas, daging kuah saus tomat, ikan masak bumbu acar.

3. Pati dan gula, meski sama-sama karbohidrat tapi masing-masing memerlukan waktu pencernaan saling berbeda. Contoh tak serasi: kue isi buah manis, bubur sumsum + saus gula merah, roti isi cokelat/gula.

4. Pati dan asam, enzim pencerna pati tidak bisa berfungsi dalam pH yang sangat asam. Contoh tak serasi: roti + selai buah, spageti saus tomat, nasi + asinan.

5. Lemak dan gula, masing-masing memerlukan waktu pencernaan yang sangat jauh berbeda. Contoh: selai kacang, permen cokelat, es krim + buah.

6. Protein dan gula, kombinasi ini menghambat pencernaan gula dan sebagian gula berfermentasi. Contoh: daging + saus buah, puding sesudah makan makanan tinggi protein.

7. Protein hewani dan protein hewani, kombinasi akan memberatkan pencernaan. Contoh: daging dimasak dengan susu, dadar telur + keju, daging + ayam.

"Kombinasi yang salah ini mungkin kalau dimakan saat masih muda ya tidak terasa ada efeknya, tapi nanti kalau usianya sudah semakin bertambah dan sudah menjadi semakin tua baru berasa. Kalau baca teorinya saja pasti ribet, tapi nanti dirasain saja efeknya," ungkap Andang.

Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth

http://health.detik.com/read/2013/12/20/123114/2447620/1410/3/mau-coba-food-combining-kombinasi-makanan-seperti-ini-yang-paling-tepat



Friday, December 20, 2013

Kuliner Jepang yang Bisa Ditemukan di New York

12 makanan Jepang yang bisa dijumpai di New York, ekiben
Foto : RocketNews24

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Makanan Jepang sudah dikenal di banyak negara, termasuk New York, Amerika Serikat. 

Bagi Anda yang sedang berada di New York, maka Anda tak perlu bingung untuk mencari makanan Jepang di kota ini. Berikut adalah 12 makanan Jepang yang bisa Anda nikmati di New York beserta lokasinya, dilansir dari RocketNews24, Kamis (19/12).

Ekiben
Lokasi di New York:
Stasiun Penn, sebelum Anda naik tujuan Acela ke Boston atau Washington DC. 

Ekiben adalah salah satu kuliner terbaik di Jepang yang berasal dari Shinkansen. Ekien adalah kotak bento alias kotak makan siang yang sering dijual di stasiun-stasiun kereta api. 'Eki' berarti kereta api, dan 'ben' berarti bento. 

Isi ekiben biasanya mengikut ciri khas daerah yang bersangkutan. Artinya, Anda bisa menikmati berbagai isi kotak makan siang berdasarkan daerah tertentu.

Sandos
Lokasi di New York:
Panya – 8-10 Stuyvesant Street dan Dainobu – 129 E. 47th Street and 36 W. 56th Street

Sandos sering disebut sebagai sandwich Jepang. Sandwich ala Jepang ini berisi potongan daging, telur, dan salad kentang. Sando diisikan pada roti tawar putih.

Omu Rice
Lokasi di New York:
Hiroko’s Place – 75 Thompson Street (antara Spring dan Broome Streets) dan Hi-Collar – 214 E. 10th Street (between 1st and 2nd Avenues)

Omu berarti beras. Dalam bahasa Jepang, Omu Rice berarti nasi telur dadar. Orang Jepang tidak pernah menaruh keju di omelet mereka. Sebaliknya, mereka menempatkan beras di dalam telur dadar. Nasi itu dibumbui dengan saus tomat dan campuran lainnya kemudian dilapis dengan telur dadar.

Hamburg Steak
Lokasi di New York:
Hiroko s Place - 75 Thompson Street (antara Spring dan Broome Streets)

Hamburg Steak sangat mirip dengan Salisbury Steak yang dicampur dengan patty panggang, telur, dan taburan panko di atasnya. Semua ini kemudian dicampur dengan saus dan jamur. 

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Hazliansyah

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/13/12/19/my21ks-12-kuliner-jepang-yang-bisa-ditemukan-di-new-york-3habis


Wednesday, December 18, 2013

Suplemen Sehat Untuk Kerja Lembur


Foto : http://assets.kompas.com/data/photo/2013/12/17/1153018shutterstock-143555791780x390.jpg



KOMPAS.com - Setiap pekerjaan memiliki risiko dan tuntutan. Tak jarang di antaranya  harus bekerja lembur demi mengejar target.  Tak terkecuali di kalangan pekerja industri kreatif yang menggantungkan diri pada ide segar dan baru.

Demi menggali ide ini, tak jarang seorang pekerja mengonsumsi suplemen untuk menunjang kinerja mereka.  Diakui oleh Alia dan Miranda, dua perempuan yang bekerja sebagai copywriter, kehidupan pekerja kreatif yang rawan akan stres membuat mereka tidak lepas dari konsumsi suplemen.
"Saya memang mengonsumsi kopi. Tapi saya sendiri membuat janji untuk tidak konsumsi lebih dari 1 gelas per hari," kata Miranda saat dihubungi KOMPAS Health pada Senin (16/12/2013).
Hal senada dikatakan Alia, yang mengatakan kerap berderbar-debar bila mengkomsumsi kafein berlebih. Alia memilih air putih dan camilan sebagai pengganjal rasa kantuk bila deadline kian mendekat. Bila rasa kantuk datang, Alia memilih tidur selama 20-30 menit dengan memasang alarm 

Menurut dokter pemerhati gaya hidup, Grace Judio-Kahl, konsumsi suplemen, terutama yang berkafein, memang membuat tubuh tetap terjaga. Namun konsumsi ini tidak baik untuk tubuh, karena meningkatkan kerja jantung hingga menyebabkan rasa berdebar.

"Konsumsi kafein akan meningkatkan kerja saraf simpatik pada tubuh. Saraf inilah yang kemudian membuat tubuh lebih terjaga dan selalu dalam kondisi 'on.' Namun pada sebagian orang konsumsi kafein berlebih akan meningkatkan kerja jantung hingga berdebar-debar," kata  Grace.

Konsumsi kafein, kata Grace, sebaiknya tidak lebih dari 400 miligram per hari. Jumlah ini setara dengan 3 cangkir kopi per hari. Namun jumlah ini bisa berubah bergantung tingkat kepekatan dan ketahanan tubuh.
Bila satu cangkir sudah menimbulkan rasa berdebar-debar, Grace menyarankan untuk segera berhenti mengkonsumsi minuman hitam tersebut.

Daripada kafein, Grace menyarankan pekerja lembur mengkonsumsi suplemen multivitamin.
"Vitamin akan membentengi tubuh dari reaksi peradangan akibat antioksidan dan radikal bebas. Dengan konsumsi multivitamin, maka tubuh pekerja yang kerap lembur bisa tetap sehat," kata Grace.

Jangan terlalu banyak camilan tepung

Selain konsumsi suplemen non kafein, Grace juga menyarankan untuk tidak mengkonsumsi camilan berbahan tepung dan minyak. Konsumsi camilan tersebut berisiko meningkatkan peradangan, akibat banyaknya radikal bebas yang memicu reaksi oksidatif di dalam tubuh.

"Daripada konsumsi junkfood, lebih baik konsumsi sayur dan buah. Daging buah aneka warna mengandung lebih banyak antioksidan dibanding sayuran," kata Grace.
Banyaknya kandungan antioksidan buah bisa dilihat dari cepatnya daging berubah warna menjadi kecoklatan. Semakin cepat daging buah berubah warna, maka kandungan antioksidan makin rendah.

Grace juga menyarankan pekerja lembur tidak mengkonsumsi terlalu banyak gula. Konsumsi gula lebih dari 3 sendok makan per hari meningkatkan risiko resistensi insulin hingga menjadi diabetes
Penulis : Rosmha Widiyani
Editor :
Asep Candra