Wednesday, June 11, 2014

Benarkah Jus Jambu Bisa Naikkan Trombosit?

Jambu biji
Foto : Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jus jambu disebut-sebut bisa menaikan jumlah trombosit dari penderita demam berdarah dengue (DBD). Namun hal itu belum pernah terbukti secara klinis.  

"Sampai sekarang belum ada uji laboratorium yang membuktikan jus jambu bisa meningkatkan trombosit atau mengatasi DBD," kata Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Leonard Nainggolan dalam acara "SOHO #BetterU: Hari Demam Berdarah ASEAN" di Jakarta, Selasa (10/6).

Menurut dia, hal terpenting yang harus dilakukan oleh penderita DBD adalah menjaga asupan cairan tetap cukup. Dengan kata lain, untuk memberikan perawatan kepada penderita DBD tidak wajib dengan pemberian jus jambu.

"Sepanjang penderita minum yang banyak maka itu yang terbaik selama tidak memberi gangguan kesehatan yang lainnya. Jus jambu itu hanyalah salah satu dari sumber cairan bagi penderita DBD. Itu saja," katanya.

Oleh karena itu, berbagai minuman seperti jus jambu, jus mangga, jus apel ataupun angkak adalah sumber cairan yang bisa dipilih oleh penderita DBD.

"Boleh mana saja cairannya selama tidak membahayakan penderita. Tapi kalau jus jambu dan kawan-kawannya itu dianggap sebagai zat yang bisa menambah trombosit darah ternyata belum pernah ada uji klinis," katanya.

Ia menyatakan dirinya juga bukan termasuk pihak yang antiherbal. Apapun itu, penderita DBD sangat membutuhkan cairan yang banyak agar keadaannya membaik. "Dengan cairan yang banyak akan mencegah seorang penderita mengalami hematokrit (pengentalan darah). Pengentalan darah akan membahayakan penderita DBD," katanya.

Menurut dia, jika darah terlalu kental atau tidak encer akan membuat pasokan nutrisi dan oksigen ke sejumlah jaringan tubuh tersendat atau bahkan terhenti. "Untuk itu, cairan sangat penting bagi penderita DBD. Jika terus berlanjut tekanan darah penderita bisa tidak stabil," katanya. Leonard mengingatkan pentingnya asupan cairan terutama yang memiliki nilai tambah seperti elektrolit.

"Minum air putih atau minuman berelektrolit sangat disarankan bagi penderita DBD. Minumlah minimal sebanyak 2-2,5 liter cairan per harinya. Bila keadaan pasien memburuk sehingga tidak dapat minum, bahkan muntah-muntah, harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan dokter secepatnya," katanya.

Walapun belum terasa haus, penderita DBD disarankan harus rajin minum, karena jika tidak akan terjadi dehidrasi atau kekurangan cairan. "Biasanya, rasa haus timbul saat tubuh mengalami kekurangan cairan sebesar 2 persen dari berat badan. Cairan dapat menggantikan kekurangan cairan tubuh yang bocor akibat kerusakan dinding pembuluh darah," katanya.
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/14/06/10/n6y8nr-benarkah-jus-jambu-bisa-naikkan-trombosit


Tuesday, June 10, 2014

Es Mentimun dan Jus Semangka Ini Cocok Dikonsumsi Agar Kulit Tak Kering


Foto : Thinkstock

Jakarta - Cuaca panas membuat tubuh kehilangan cairan tubuh. Kurangnya mengonsumsi air membuat tubuh menjadi lesu dan kulit tampak kering. Selain air, Anda juga perlu mengonsumsi buah-buahan dan sayuran dengan kandungan air tinggi.

Racik buah dan sayuran menjadi minuman yang enak dan menyengarkan. Tubuh terhidrasi dan kulitpun tetap kencang dan mulus.

1. Es mentimun
Mentimun mengandung pottasium yang dapat membantu menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh. Selain itu mentimun terdiri dari 96 persen air. Kandungan air yang tinggi dapat membantu tubuh terhidrasi, cegah kelelahan dan sangat penting untuk pembentukan air liur dan pendinginan tubuh melalui keringat. Agar lebih segar, buatlah mentimun serut yang campur dengan lemon yang disajikan dingin.

2. Jus semangka
Buah semangka terdiri dari 90 persen air. Selain dapat menghidrasi tubuh, semangka juga kaya akan lycopene yaitu antioksidan yang dapat cegah pertumbuhan kanker. Semangka sangat enak dikonsumsi saat cuaca panas dengan cara dibuat jus ataupun dijadikan buah potong.

3. Strawberry
Strawberry tidak hanya mengandung banyak air akan tetapi buah berwarna merah ini juga mengandung vitamin C, antioksidan yang dapat menjaga ligamen tubuh yang kuat. Juga mempercepat perbaikan kulit saat terkena paparan sinar matahari.

4. Tomat
Selain dapat memerangi kanker dan sejumlah penyakit lainnya. Tomat juga merupakan sayuran yang banyak mengandung air. Kandungan lycopene yang terkandung dalam tomat dapat membantu menjaga kulit dari paparan sinar UV. Untuk mengonsumsi tomat dapat dalam bentuk jus, sup atau campuran salad.

Lusiana Mustinda - detikFood


Monday, June 9, 2014

Tren Penggunaan Obat Herbal Meningkat

Obat Herbal
Foto : Google/republika.co.id

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sejalan dengan tren back to nature, penggunaan obat herbal di dunia terus meningkat. Begitu juga di Indonesia tren pasarnya terus mengalami peningkatan. Hal ini membuat produsen obat tertarik untuk terus mengembangkan obat herbal. 
Menurut Vice President Sales and Marketing for Professional Products SOHO Global Health, Sugiharjo produk herbal telah digunakan oleh 80 persen penduduk dunia. Sedangkan di Indonesia, berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan pada 2006 pasar obat herbal di Indonesia mencapai Rp 5 triliun.
Tahun 2007 mengalami peningkatkan menjadi Rp 6 triliun, dan pada 2008 naik lagi menjadi Rp 7,2 triliun. Sedangkan pada 2012 mencapai Rp 13 triliun atau sekitar dua persen dari total pasar obat herbal di dunia. 
Saat ini, kata Sugiharjo, Indonesia memiliki kurang lebih 30.000 spesies tumbuhan dan 940 spesies di antaranya adalah tumbuhan berkhasiat obat. Sehingga, merupakan potensi yang sangat bagus untuk pasar obat herbal. Melihat peluang ini, perusahaan farmasinya SOHO Global Health menyelenggarakan seminar ilmiah.
''Seminar ini, bertujuan untuk menginformasikan keamanan, khasiat dan kualitas obat herbal,'' kata Sugiharjo dalam acara konferensi pers Natural Wellness Symposium SOHO Global Health, di Trans Luxury Hotel, Bandung akhir pekan lalu.  
Seminar ini merupakan seminar ilmiah pertama di Indonesia yang memberikan pemaparan manfaat obat herbal dengan total peserta mencapai 1000 dokter. Natural Wellness Symposium ini, akan diadakan di tujuh kota yakni, Semarang, Jakarta, Medan, Bali, Bandung, Makassar dan Surabaya dengan total 1.000 peserta di masing-masing kota.  
Sugiharjo menjelaskan, produk herbal SOHO Global Health yang saat ini dipasarkan dan dipergunakan secara medis dibuat dengan bahan utama alami yang telah menjalani berbagai pengujian, didukung oleh berbagai macam penelitian maupun jurnal ilmiah. Selain itu, telah mengantongi sertifikasi sebagai jaminan pembuatannya mengikuti ketentuan yang berlaku.
''Target kami tahun ini Rp 1 triliun. Market share sangat dominan, dengan resikonya harus terus melakukan inovasi,'' kata Sugiharto.
Untuk bahan baku obat, kata dia, Soho memiliki lahan 10 hektare di Sukabumi, bekerja sama dengan petani, dan partner di beberapa negara yang meliki hak eksklusif. Obat herbal yang di buat Soho, ada tiga segmen. Yakni, medium, kelas menengah dan atas.