Thursday, August 7, 2014

Agar Suplemen Vitamin yang Diminum Tak Terbuang Percuma


Foto : Shutterstock

KOMPAS.com - Demi mendapatkan tubuh yang sehat dan tak mudah sakit, apa saja akan kita lakukan; makan berbagai jenis sayur dan buah, atau minum berbagai jenis suplemen vitamin. Tetapi, kebanyakan isi dari vitamin tersebut akan dibuang melalui urine.

Kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi penting dari suplemen atau bioavialability sangat berperan penting terhadap berguna atau tidaknya kebiasaan Anda mengasup suplemen. Ini karena ada beberapa nutrisi yang harus dikonsumsi secara spesifik.

"Jika Anda mengonsumsi suplemen atau makanan tertentu tapi tidak dalam bentuk yang seharusnya dikonsumsi, semua akan percuma," kata ahli nutrisi Brooke Alpert. 

Berikut adalah beberapa tip agar uang yang Anda keluarkan untuk membeli suplemen tak terbuang percuma di toilet.

1. Mineral seperti zinc, magnesium, dan zat besi, memiliki banyak fungsi dalam tubuh, mulai dari membuat hormon hingga mengatur detak jantung. Sifat dari mineral ini adalah anorganik atau ada keterbatasan tubuh untuk menyerap dan menggunakannya. Salah satu cara agar mineral ini mampu diserap dengan baik, Anda bisa mempertimbangkan untuk melakukan terapi khelasi atau infus.

2. Vitamin B, terutama B12, belakangan ini sangat populer. Tetapi ada sebagian orang yang kesulitan mengaktifkan vitamin B, misalnya folat, B6, dan B12, agar bisa digunakan tubuh. Untuk vitamin B6, dibutuhkan co-enzim yang disebut P5P.

3. Suplemen kalsium idealnya dikonsumsi dalam jumlah yang tidak terlalu besar. Jika kita mengonsumsi kalsium 1000 mg dalam satu kali minum, tubuh tidak akan bisa menyerapnya. "Tubuh tak bisa menyerap lebih dari 500 mg dalam satu waktu," katanya. Oleh sebab itu, bagilah dosisnya. 

Demikin pula dengan vitamin C. Banyak orang yang langsung mencari vitamin C dosis tinggi begitu merasa akan flu, meski sebenarnya tubuh berhenti menyerap vitamin ini jika tidak kekurangan. Dengan kata lain, semua vitamin mahal tersebut hanya akan dibuang tubuh. 

4. Apa yang Anda konsumsi bersama dengan suplemen sangat berpengaruh. Jika Anda meminum suplemen zat besi bersama dengan kopi atau teh, maka penyerapannya oleh tubuh tidak akan maksimal. 

5. Perhatikan kemasan suplemen yang Anda beli. Jika hanya tertulis vitamin A, D, atau E saja, tanpa dijelaskan bentuknya, maka ini bukan produk yang baik. Pilihlah produk yang juga menjelaskan bioavialibility-nya.

6. Vitamin yang kita asup akan percuma jika tidak bisa dipecah tubuh dengan sempurna. Ini berarti, untuk pil gel dibutuhkan waktu 15 menit untuk dipecah dan untuk tablet perlu waktu 45 menit. 
http://health.kompas.com/read/2014/07/21/142808623/Agar.Suplemen.Vitamin.yang.Diminum.Tak.Terbuang.Percuma
Sumber :
Editor :
Lusia Kus Anna

Saturday, June 14, 2014

Kebiasaan Makan di Kantor Bisa Membuat Berat Badan Naik


Foto : Getty Images

Jakarta - Sudah berdiet ketat tetapi berat badan tetap naik? Bisa jadi hal ini disebabkan oleh kebiasaan makan di kantor, mulai dari camilan, kopi, atau pilihan menu makan siang. Agar badan tetap sehat dan ramping, hindari kebiasaan makan yang buruk di kantor.

Pekerja kantor biasa menghabiskan waktu sekitar 8 jam lebih di kantor. Kurang bergerak dan sering mengonsumsi makanan tinggi kalori bisa jadi penyebabnya. Karenanya perhatikan kebiasaan makan di kantor ini.

1. Ngemil biskuit
Makan biskuit ditemani secangkir teh manis adalah kegiatan yang sering dilakukan di kantor. Dengan alasan membantu menjaga energi atau menghindari kantuk, Padahal, biskuit adalah salah satu camilan tinggi kalori karena banyak mengandung gula, lemak, dan terigu. Sebaiknya, hindari membawa biskuit ke kantor dan menyimpan biskuit di laci kerja.

2. Jauhi si pembawa makanan
Di setiap kantor pasti ada orang yang sering menawarkan makanan yang mereka bawa, seperti kue dan biskuit. Meski bermaksud baik, ternyata hal ini tak baik untuk yang sedang berdiet. Boleh saja jika sesekali, namun ini bisa terjadi setiap hari. Pastikan Anda tidak terpengaruh tawaran dari orang-orang seperti ini. Tolak tawaran makanan dari mereka dengan cara baik-baik.

3. Jangan habiskan kue
Selalu saja ada sesuatu yang dirayakan di kantor. Mulai dari ulang tahun, pernikahan, hingga seseorang yang berhenti bekerja. Biasanya selalu ada kue. Itu artinya Anda harus siap-siap untuk kalori ekstra yang masuk ke tubuh. Anda merasa tidak enak jika tidak memakan kue yang ditawarkan. Sebaiknya, cicipi kue sedikit dengan porsi kecil dan jangan sampai habis. Hal ini lebih baik agar kalori yang masuk tidak terlalu banyak.

4. Bawa bekal makan siang sendiri
Makan siang yang dihidangkan di luar memang sangat menggoda. Karena pilihannya banyak dan semua terlihat lezat. Padahal Anda belum tahu kandungan nutrisi dan kebersihannya. Lebih baik bawa bekal makanan sendiri dari rumah. Selain itu lebih hemat. Hentikan kebiasaan makan siang di luar. Jika terpaksa, sebaiknya batasi seminggu sekali.

5. Kurangi bertemu rekan kerja di akhir pekan
Pada akhir pekan, kadang Anda suka bertemu dengan rekan kerja, entah di restoran atau kafe. Pertemuan itu selalu dilengkapi dengan makanan minuman yang sengaja dipesan sebagai teman ngobrol yang tinggi kalori. Sebaiknya, jangan biasakan pertemuan dengan rekan kerja di akhir pekan. Gunakan akhir pekan untuk berkumpul bersama keluarga. Mungkin Anda bisa memasak bersama atau berolahraga.

6. Minum air yang cukup
Ketika sedang serius bekerja, seringkali Anda lupa untuk minum air. Kurangnya pasokan air yang cukup membuat darah mengental dan meningkatkan viskositas darah. Hal ini bisa memicu gangguan pembuluh darah otak, penyakit kardiovaskular, dan gangguan fungsi ginjal. Pastikan Anda tetap terhidrasi dengan cukup minum air. Hindari minuman manis, lebih baik minum air putih.




Thursday, June 12, 2014

Ini Buah Paling Tinggi Kandungan Vitamin C-nya

img
Foto : Dok.thinkstock

Jakarta - Vitamin C merupakan antioksidan yang baik untuk mencegah radikal bebas, meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit. Vitamin ini juga berkhasiat mempercantik kulit serta mencegah gusi berdarah. 

Sangat dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan vitamin C, yaitu sebanyak 75 mg per harinya. Sayangnya tubuh tidak bisa memproduksi sendiri vitamin C, tapi harus diasup dari luar. 

Sumber vitamin C banyak terdapat pada buah-buahan seperti nanas, mangga, jeruk, anggur dan kiwi. Dari semua buah yang disebutkan, kiwi merupakan buah yang cukup banyak kandungan vitamin C-nya. Pada jenis kiwi berwarna hijau misalnya, mengandung 85 mg vitamin C per 100 gram-nya. Kandungan vitamin C bisa lebih tinggi lagi pada kiwi jenis Gold dan Sungold, yaitu masing-masing sebanyak 105,4 mg dan 161,3 mg per 100 gram.

Sebagai perbandingan, mangga memiliki 27,7 mg kandungan vitamin C sementara nanas 47,8 mg. Jeruk yang dikenal sebagai buah kaya vitamin C mengandung lebih sedikit dari kiwi hijau, yaitu 53,2 mg. Sedangkan buah-buahan lainnya seperti anggur, pir, apel, semangka dan pisang masing-masing di bawah 10 mg.

Kadar vitamin C dalam tubuh sangat mudah menurun karena sifatnya yang larut air. Maka dari itu disarankan mengonsumsi vitamin C dari makanan yang bisa menahannya lebih lama di dalam tubuh. 

Ahli nutrisi Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, Sp.GK menyarankan untuk mengonsumsi kiwi, maksimal dua buah setiap harinya karena buah khas New Zealand ini memiliki kandungan vitamin C yang terbilang paling tinggi di antara buah lainnya. Selain itu asupan vitamin C dari buah kiwi juga bisa meningkatkan kadar vitamin yang lebih tinggi dalam berbagai jaringan jika dibandingkan dengan konsumsi dari suplemen atau pil vitamin C.

"Kiwi lebih tahan lama vitamin C-nya ketimbang pil suplemen dan buah lain," ujar dokter gizi yang biasa disapa Fias ini, saat acara peluncuran kampanye 'Feel the Power of the Sun' yang diadakan Zespri di Rumah Ranadi, kawasan Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Senin (2/06/2014).

Mengonsumsi vitamin C dalam dosis yang tinggi, selama itu berasal dari bahan alami seperti buah dan sayur terbilang aman. Dari kebutuhan per harinya yang hanya 75 mg, apabila Anda mengasup vitamin C lebih dari itu misalnya 100-500 mg, maka kelebihan dosisnya akan keluar melalui air misalnya urin dan keringat.

"Vitamin C larut air jadi kalau dikonsumsi berlebihan akan keluar lewat air juga. Pada buah-buahan, kandungan vitamin C-nya ada 500-1000 gram," terang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Hestianingsih - wolipop



(hst/hst)