Friday, November 29, 2013

Makanan Untuk Meningkatkan Kolesterol Baik



KOMPAS.com - Gaya hidup tidak sehat telah menjadikan kolesterol sebagai musuh manusia. Padahal, zat ini besar manfaatnya untuk otak dan hati, serta jaringan saraf yang ada dalam tubuh manusia. Bahkan, kolesterol berperan dalam pembentukan hormon seks.

Mendengar kata kolesterol, pikiran kita sebagian besar pasti terarah kepada  penyakit pencabut nyawa seperti penyakit jantung, stroke, dan sebagainya. Opini tersebut semakin kuat akibat banyaknya iklan-iklan produk makanan yang memberi iming-iming “bebas kolesterol”. 

Ekspose secara berlebihan tersebut, memberi kesan bahwa kolesterol merupakan musuh besar bagi kesehatan manusia. Namun benarkah kolesterol berbahaya?
Menurur Prof. Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi dari IPB, meskipun dianggap berbahaya, kolesterol tetap dibutuhkan tubuh. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain. Dari jumlah tersebut 25-40 persen atau sekitar 200-300 mg secara normal berasal dari makanan, selebihnya disintesis oleh tubuh.
Ada dua macam kolesterol yang mesti diamati, yaitu kolesterol baik yaitu HDL, dan kolesterol jahat (LDL). Tingginya kadar kolesterol jahat dalam darah merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Sumber utama kolesterol adalah makanan yang mengandung lemak. Makanan yang mengandung jenis lemak seperti, lemak trans, minyak terhidrogenasi, lemak jenuh dan beberapa minyak tropis, adalah jenis lemak yang harus dihindari karena dapat meningkatkan kadar LDL.

Sedangkan minyak zaitun, kacang, biji-bijian dan biji minyak, minyak nabati yang belum diproses dan minyak non terhidrogenasi adalah pilihan lemak terbaik yang harus Anda konsumsi setiap hari.
Bila Anda ingin meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh Anda tak ada salahnya memilih 4 jenis makanan sehat berikut :

1. Alpukat
Alpukat adalah buah yang memiliki kandungan tinggi lemak. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena selain daging buahnya yang gurih, alpukat memiliki mengandung lemak baik (HDL). Kandungan lutein pada alpukat berkhasiat untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan mata dan kandungan klorofilnya merupakan sumber antioksidan.

2. Minyak kelapa murni

Minyak kelapa dapat menjadi pilihan terbaik sebagai menu makanan penutup yang sehat. Meski kegunaan minyak kelapa masih terus dipelajari, tapi manfaatnya telah diakui ampuh sebagi anti-bakteri, kaya akan vitamin K dan E dan zat besi. Beberapa riset bahkan mengindikasikan, minyak kelapa dapat membantu manajemen berat badan, karena mengurangi stres pada sistem endokrin.

3. Ikan
 

Beberapa jenis ikan mengandung lemak yang sangat baik bagi kesehata.  Salmon, sarden, herring, makarel dan tuna adalah jenis ikan yang mengandung asam lemak omega-3. Lemak pada ikan sangat dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan, perkembangan fungsi otak, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Asam lemak omega-3 juga dapat ditemukan pada tumbuhan laut seperti krill, alga, beberapa tanaman dan minyak kacang. Asam lemak omega-3 dapat membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), mengurangi peradangan dan mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan diabetes tipe 2. 

EPA (asam eicosapentaenoic) dan DHA (asam docosahexaenoic)  adalah tipe asam lemak omega-3 yang banyak ditemukan dalam minyak ikan untuk mengurangi resiko irama jantung abnormal yang mengakibatkan kematian mendadak dan penyakit jantung, menurut hasil studi di University of Maryland Medical Center .

4. Kacang-kacangan
 atau polong-polongan

Kacang-kacangan merupakan sumber nutrisi yang melindungi kesehatan Anda. Orang yang makan kacang secara teratur berisiko lebih rendah untuk meninggal akibat serangan jantung dan stroke ketimbang mereka yang makan sedikit, menurut studi di Harvard School of Public Health. Badan Pengawas Obat dan Makanan, Amerika Serikat (FDA) bahkan mengklaim, "makan- makanan yang mencakup satu ons kacang setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung."
Kebanyakan jenis kacang-kacangan mengandungan tingkat kolesterol jahat (LDL) yang rendah dan mampu meningkatkan kolesterol baik. Kenari misalnya, mengandung asam lemak omega-3 yang melindungi Anda dari ritme jantung abnormal yang mematikan dan pembekuan darah. Beberapa contoh jenis kacang yang mengandung omega 3 adalah kacang tanah, kacang merah, almond dan kenari.
Sumber :
Editor :
Asep Candra



http://health.kompas.com/read/2013/11/28/1507499/Tingkatkan.Kolesterol.Baik.dengan.Makanan.Ini




Sunday, November 24, 2013

Fiber And How To Include More In Your Diet


Fiber is an essential part of a healthy diet and yet many of us
don’t know what it is or how to increase our intake of it. A diet
high in fiber provides many benefits, including regulation of bowel
movements, reduction of heart disease and diabetes, and maintenance
of a healthy weight. Most people are not getting enough fiber in
their diets because processed foods, the mainstay of many people’s diets,
do not contain a lot of fiber.

Dietary fiber, essentially, is the component of plant foods that the body
cannot digest. The body does not absorb fiber; it passes through the
body intact. The function of fiber is to aid the passage of other foods
through the digestive tract. There are two types of fiber, soluble and
insoluble. Both of these types of fiber help the digestive process, and
both are important, but they behave in different ways.

Soluble fiber dissolves in water to form a gel like substance. This type
of fiber helps you feel full longer because it stays in your stomach for
long time and thus will help control your appetite. Studies have shown 
that soluble fiber helps prevent the absorption of LDL cholesterol, and 
can lower glucose levels. Good sources of soluble fiber are oats, apples, 
peas, citrus fruits, and psyllium.

Insoluble fiber does not dissolve in water. It aids digestion because it
helps regulate the journey of other foods through the digestive tract.
Insoluble fiber should be added to your diet if you struggle with constipation
or a sluggish bowel. Insoluble fiber is the type of fiber that most people
know a little about and are consciously eating in their breakfast
cereal to keep them “regular”. Good sources include bran, whole
grains, barley, and green beans. Some fruits and vegetable contain
both soluble and insoluble fiber; their skins contain insoluble fiber
and their flesh contains soluble fiber. For this reason, it is recommended
that we include at least five servings of fruits and vegetables in our diets.

Most people are not getting enough fiber in their diet. Not only
does fiber help to keep your bowel movements regular and keep
your digestive tract healthy, but it can help you maintain a healthy
weight. It is recommended that men consume approximately 35
grams of fiber on a daily basis and women consume 25 grams.
Today, because we are consuming so many processed foods,
and so few fruits and vegetables, it is thought that most adults
are eating only half their daily recommendation of fiber. To increase
fiber in your diet try to add foods to your diet that contain both
soluble and insoluble fiber. If you are not used to eating any fiber
at all increase your fiber intake gradually to avoid any digestive
problems. Decreasing the amount of processed foods you eat,
and adding whole fresh foods like fruits and vegetables and whole
grains to your diet, will increase your fiber intake and is the key
to a healthy diet.


Article Directory: http://www.articledashboard.com
Canadian magazines are a good place to find information on
fiber and how to include it in a healthy diet.Women to women magazines
are also a good source of recipes that include fiber, and nutritional
recommendations for you and your family.

Wednesday, November 20, 2013

BAWANG PUTIH Untuk Menyembuhkan Keputihan

Bawang putih bisa membantu menyehatkan payudara
Foto : asadal.co.uk Sumber : http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/bawang-putih-bisa-membantu-menyehatkan-payudara-_130320131846-168.jpg

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Satu siung bawang putih segar dapat menyembuhkan infeksi jamur. Infeksi yang dikenal dengan istilah keputihan ini biasanya sering menyerang 'Miss V' (bagian kewanitaan).

Hari pertama, biasanya seorang wanita hanya merasakan gatal yang datang dan pergi. Hari berikutnya, dua atau tiga hari kemudian, mulai terlihat cairan putih dan kental, seperti potongan-potongan kecil serutan keju. Pada saat itulah, seorang wanita dinyatakan telah terkena infeksi jamur yang kemudian menyebabkan bibir vagina menjadi merah dan sakit.

Jika anda adalah wanita yang sering mengalami infeksi jamur di bagian kewanitaan khusus, maka anda bisa menggunakan perawatan berikut, dilansir dari Green Media Info, Selasa (19/11).

Ambil satu siung bawang putih segar, kupas kulitnya. Sebelum anda tidur, taruh bawang putih yang sudah dipotong menjadi dua tersebut ke Miss V. Di pagi harinya, anda boleh melepaskannya.

Bawang putih efektif menyebabkan keputihan anda akan menjadi encer. Pengobatan satu malam saja mungkin cukup untuk membunuh infeksi tersebut. Jika belum, anda bisa mengulangnya pada malam berikutnya, sampai semua gatal hilang. 

Anda hanya disarankan melakukan pengobatan tradisional ini pada malam hari. 

Jika anda tidak hanya memiliki masalah keputihan, tapi juga bibir vagina yang memerah, maka anda bisa mengompres bagian tersebut dengan Miss V dengan lebih dari satu siung bawang putih. 

Gunakan tisu kering untuk membersihkan Miss V anda ketika bangun dipagi hari, baru beberapa saat setelah itu membersihkannya dengan air.

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/13/11/19/mwhjcj-bawang-putih-ampuh-atasi-keputihan
Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : Hazliansyah







Sunday, November 17, 2013

Fast Food Calorie Count Displays Have No Effect On What We Order Or How Many Calories We Consume


By 
Source http://www.medicaldaily.com/fast-food-calorie-count-displays-have-no-effect-what-we-order-or-how-many-calories-we-consume-262948

Obesity statistics continue to rise, even after the Patient Protection and Affordable Care Act forced all restaurant chains to post calories counts for menu items back in 2008. Researchers from NYU Langone Medical Center determined that menu calorie counts have little to no effect on what customers order or how many calories they consume.
"We found no difference in calories purchased or fast-food visits after the introduction of the policy," Dr. Brian Elbel, assistant professor of Population Health and Health Policy at NYU School of Medicine, said in a statement. "Given the limits of labeling reported here and in other studies, it's clear that just posting calories is often not enough to change behavior among all populations.”
According to the Centers for Disease Control and Prevention, over one-third of the population in the United States is considered obese. People who suffer from obesity are also more likely to develop other health conditions including type 2 diabetes, heart disease, stroke, and certain types of cancer. In 2008, the U.S. spent $147 billion on obesity-related medical costs.
The research that was presented at the annual meeting of the Obesity Society. It was based off 2,000 customer receipts, collected after 2010, from McDonald’s and Burger King locations in the Philadelphia area. The federal calorie-label law went into effect in Philadelphia after Feb. 2010. Customers, who were between the age of 18 and 64, were asked how often they ate at fast-food restaurant chains, if they noticed calorie counts on menus, and if this information had any effect on how much food they ordered.
Findings from the analysis revealed that 34 percent of McDonald’s customers and 49 percent of Burger King customers noticed calories counts on restaurant menus. The study’s participants also admitted to eating fast food over five times a week before and after calorie counts were posted. Results also showed that people with a high school education or lower were more likely to ignore calorie counts.
"What we're seeing is that many consumers, particularly vulnerable groups, do not report noticing calorie labeling information and even fewer report using labeling to purchase fewer calories," Dr. Elbel said in the statement. "After labeling began in Philadelphia, about 10 percent of the respondents in our study said that calorie labels at fast-food chains resulted in them choosing fewer calories."
Dr. Elbel has conducted similar experiments at NYU’s School of Medicine that were associated with menu calorie counts effect on food consumption. The research team surveyed Burger King, McDonald’s, Wendy’s, and KFC customers after the calorie count law was enacted in New York City in 2008. Data was also based on parents buying lunch or dinner for small children.
Just over half of the customers said they had noticed calorie counts on menus, and around nine percent said it had an effect on what they intended to order and how many calories they consumed. Only 25 percent of parents said they based their menu choice on calorie amount, even though receipts showed that they had ordered approximately 600 calories worth of food before and after the law was passed.
“Studies have not generally examined whether labeling is more or less effective for particular subgroups,” Dr. Elbel added. "We need to consider other, more robust interventional policies in places where obesity is most prevalent."

Friday, November 15, 2013

JUMLAH PENDERITA DIABETES MENINGKAT

Diabetes (ilustrasi)
Foto : AP/Reed Saxon

REPUBLIKA.CO.ID, 
Redaktur : Agung Sasongko

Thursday, November 7, 2013

Obat Herbal Untuk Hipertensi


SHUTTERSTOCK
Foto : http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/06/1838486-bawang-putih-bawang-780x390.jpg

KOMPAS.com - Data menunjukkan sepertiga orang dewasa di Indonesia memiliki tekanan darah di atas nilai normal. Tidak sedikit yang telah mengalami komplikasi dan mencari pengobatan herbal untuk mengobatinya. Di sisi lain, mereka yang sudah dalam terapi obat-obatan tidak sedikit merasa bosan minum obat terus-menerus. Mereka mulai mencari jalan pintas dengan pengobatan herbal. Namun benarkah pengobatan herbal dapat membantu menyembuhkan hipertensi?

Dalam dunia medis dikenal dan diakui adanya pengobatan alternatif salah satunya ialah obat herbal. Obat herbal di sini ialah obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami. Namun kelemahan dari pengobatan jenis ini ialah amat sedikitnya bukti penelitian ilmiah akan khasiat obat tersebut. Dokter tidak akan memberikan obat yang khasiatnya masih dipertanyakan.

Obat herbal atau tanaman herbal biasanya popular dari mulut ke mulut. Dimulai dari laporan seseorang yang merasa membaik dengan tanaman atau obat tersebut. Kabar tersebut kemudian menyebar dari mulut ke mulut. Setelah cukup popular di masyarakat, para ahli biasanya melakukan penelitian untuk membuktikan khasiat tersebut.
Yang perlu menjadi catatan di sini adalah tak sedikit obat herbal yang popular di masyarakat ternyata tidak terbukti berkhasiat. Lebih jauh lagi, tidak sedikit pula obat herbal yang popular tersebut yang belum pernah diteliti sama sekali alias belum ada bukti ilmiahnya.

Hipertensi dan Bawang Putih

Dapat dikatakan bawang putih menempati urutan pertama obat herbal yang paling popular untuk hipertensi. Berdasarkan pengalaman penulis, banyak penderita hipertensi yang tidak segan untuk melahap bawang putih utuh-utuh saat merasa tekanan sedang tinggi. Beberapa penderita hipertensi juga menjadikan konsumsi bawang putih setiap hari sebagai suatu rutinitas.

Kabar baiknya, penelitian ilmiah terkait manfaat bawang putih untuk hipertensi sudah banyak dilakukan dan hasil penelitian tersebut menunjukkan bawang putih memiliki khasiat menurunkan tekanan darah. Bawang putih mengandung zat alisin dan hidrogen sulfida. Zat tersebut memiliki efek selayaknya obat darah tinggi, yakni memperbesar pembuluh darah dan membuat pembuluh darah tidak kaku sehingga tekanan darah akan turun.

Efek penurunan tekanan darah yang dimiliki bawang putih cukup besar. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi bawang putih sebanyak 900 miligram rutin selama 3 bulan dapat menurunkan tekanan darah sistol sebesar 6-10 mmHg dan tekanan diastol 6-9 mmHg.

Hipertensi dan Minyak Ikan

Salah satu obat herbal darah tinggi yang juga cukup berkhasiat ialah minyak ikan. Minyak ikan mengandung omega-3 yang baik untuk jantung dan organ-organ tubuh lainnya. Omega-3 dapat mencegah penyempitan pembuluh darah, mengurangi tekanan aliran darah, dan memperbaiki fungsi ginjal. Namun, minyak ikan agaknya kurang popular di masyarakat karena sulitnya mendapatkan produk minyak ikan.

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi 4-7 gram minyak ikan sehari selama 6 bulan dapat menurunkan tekanan darah sistol hingga 4,5 mmHg dan tekanan darah diastol 2,2 mmHg. Minyak ikan dapat menurunkan risiko hipertensi hingga 35  persen.

Hipertensi, Belimbing, dan Buah Lainnya

Buah yang popular dipercaya berkhasiat untuk tekanan darah tinggi adalah belimbing. Rasa asam yang dimiliki belimbing dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Sayangnya, buah satu ini belum terbukti berkhasiat menurunkan tekanan darah tinggi. Belum ada penelitian yang menyatakan dan membuktikan khasiat tersebut.

Terkait buah-buahan, sejumlah peneliti pernah menguji manfaat buah dan jus buah untuk tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi buah atau jus buah secara rutin memiliki khasiat menurunkan tekanan diastol sebesar 2 mmHg.

Kebiasaan mengonsumsi buah-buahan dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner hingga 7 persen. Kebiasaan mengonsumsi 8 porsi buah dan sayur dalam sehari dapat menurunkan risiko hipertensi hingga 15 persen. Buah-buahan banyak mengandung polifenol, zat antioksidan, dan asam folat yang baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Hipertensi dan Mentimun

Mentimun juga telah lama dipercaya berkhasiat untuk darah tinggi. Namun faktanya, sama seperti belimbing, belum ada bukti ilmiah cukup kuat dalam bidang kedokteran yang menunjukkan khasiat tersebut.

Mentimun memang mengandung banyak zat bermanfaat, seperti kalium, kalsium, dan fosfor. Kandungan tersebut bersifat diuretik, yakni sifat yang membantu mengeluaran air dari dalam tubuh. Pada penderita hipertensi dan gagal jantung, sifat diuretik sangat menguntungkan. Semakin banyak air yang keluar dari tubuh tekanan darah akan turun dan beban kerja jantung akan berkurang. Namun apakah khasiat diuretik pada mentimun mampu secara signifikan menurunkan tekanan darah, belum ada bukti ilmiah.

Hipertensi dan Produk Herbal Instan

Selain tanaman herbal di atas, saat ini banyak ditemui produk-produk instan obat herbal. Yang paling terkenal ialah obat-obatan herbal dari negeri Cina. Beberapa ditemui dalam sediaan bubuk, serbuk dalam kemasan puyer, atau pil. Ada juga dalam bentuk cairan minuman langsung atau jamu-jamuan. Promosi yang dilakukan amat gencar. Khasiat yang ditawarkan sangat menjanjikan.

Data menunjukkan sekitar 75 persen penduduk dunia pernah menggunakan obat-obatan herbal untuk mengobati penyakit. Obat-obatan herbal dipercaya lebih efektif, lebih murah, dan lebih sedikit efek sampingnya.
Namun seperti yang diutarakan di atas, hanya sedikit obat herbal yang terbukti benar-benar memiliki khasiat. Sisanya, tidak mendatangkan khasiat. Waktu dan biaya terbuang untuk mencoba pengobatan yang tidak berkhasiat. Lebih parahnya lagi, beberapa obat herbal malah memiliki efek memperburuk penyakit. Tekanan darah malah semakin tidak terkontrol dengan produk-produk herbal.

Fenomena produk obat herbal memang sangat mengkhawatirkan dunia kesehatan kita. Seringkali ilmu kedokteran kalau saing dengan janji-janji khasiat obat herbal. Namun Anda sebagai konsumen yang bijak setidaknya saat ini mengerti bahwa yang disebut “obat” ialah obat yang diresepkan oleh tenaga medis, bukan salesman, dukun, ‘orang pintar’, iklan selembaran, iklan di televisi, dan sebagainya. Pastikan obat yang Anda konsunsi ialah obat yang Anda tahu benar telah terbukti berkhasiat dan melalui penelitian ilmiah. (@drfelixchikita)
Editor :
Asep Candra

Oleh : dr. Felix Chikita Fredy


Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Saat ini menjalani program dokter internship (dokter tugas daerah) di Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Aktif menulis buku  bertema kesehatan.







Wednesday, October 30, 2013

Minum Kopi Menurunkan Risiko Kanker Hati

thumbnail
Foto: ifood.tv


Kopi seringkali disebut sebagai penyebab gangguan kesehatan. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Italia membuktikan bahwa konsumsi kopi setiap hari ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker hati.

Seperti yang dilansir di iFood (25/10/2013), Sebuah penelitian dilakukan Dr Carlo La Vecchia dari Departemen Epidemiologi di Istituto Di Ricerche Farmacologiche Mario Negri dan Departemen Ilmu Klinis Kesehatan Masyarakat Universita Degli Studi Di Milan, Italia. Penelitian ini
membuktikan bahwa minum 3 cangkir kopi setiap hari ternyata dapat menurunkan risiko terkena kanker hati sebesar 50% dibanding yang tidak mengonsumsinya.

Hasil dari penelitian ini ditemukan setelah para peneliti melakukan analisis berdasarkan artikel kesehatan yang diterbitkan antara tahun 1996 sampai tahun 2012,. Termasuk 16 studi berkualitas tinggi dan total 3.153 kasus mengenai konsumsi kopi dan kanker hati.

Para peneliti menyimpulkan bahwa rutin minum kopi setiap hari dapat menurunkan risiko kanker hati yang disebut karsinoma hepatoseluler sampai 50 %.

Mengenai penelitiannya ini, Dr La Vecchia mengatakan bahwa efek menguntungkan dari konsumsi kopi pada kanker hati mungkin dimediasi dengan terbuktinya pencegahan kopi bagi diabetes. Dari sana lah dapat ditemukan mengenai faktor risiko pada kanker hati beserta manfaat kopi bagi enzim-enzim hati.

Penelitian mengenai manfaat konsumsi kopi bagi penurunan risiko kanker hati ini juga telah diterbitkan dalam jurnal berjudul “Clinical Gastroenterology dan Hepatology” oleh American Gastroenterological Association.

http://food.detik.com/read/2013/10/29/113737/2398191/900/rutin-minum-kopi-dapat-turunkan-risiko-kanker-hati?d991104284top

Dianthi Nida - detikFood

(odi/fit)




Monday, October 28, 2013

Fiber And How To Include More In Your Diet

Fiber is an essential part of a healthy diet and yet many of us don’t know what it is or how to increase our intake of it. A diet high in fiber provides many benefits, including regulation of bowel movements, reduction of heart disease and diabetes, and maintenance of a healthy weight. Most people are not getting enough fiber in their diets because processed foods, the mainstay of many people’s diets, do not contain a lot of fiber. 

Dietary fiber, essentially, is the component of plant foods that the body cannot digest. The body does not absorb fiber; it passes through the body intact. The function of fiber is to aid the passage of other foods through the digestive tract. There are two types of fiber, soluble and insoluble. Both of these types of fiber help the digestive process, and both are important, but they behave in different ways.

Soluble fiber dissolves in water to form a gel like substance. This type of fiber helps you feel full longer because it stays in your stomach for a long time and thus will help control your appetite. Studies have shown that soluble fiber helps prevent the absorption of LDL cholesterol, and can lower glucose levels. Good sources of soluble fiber are oats, apples, peas, citrus fruits, and psyllium.

Insoluble fiber does not dissolve in water. It aids digestion because it helps regulate the journey of other foods through the digestive tract. Insoluble fiber should be added to your diet if you struggle with constipation or a sluggish bowel. Insoluble fiber is the type of fiber that most people know a little about and are consciously eating in their breakfast cereal to keep them “regular”. Good sources include bran, whole grains, barley, and green beans. Some fruits and vegetable contain both soluble and insoluble fiber; their skins contain insoluble fiber and their flesh contains soluble fiber. For this reason, it is recommended that we include at least five servings of fruits and vegetables in our diets.

Most people are not getting enough fiber in their diet. Not only does fiber help to keep your bowel movements regular and keep your digestive tract healthy, but it can help you maintain a healthy weight. It is recommended that men consume approximately 35 grams of fiber on a daily basis and women consume 25 grams. Today, because we are consuming so many processed foods, and so few fruits and vegetables, it is thought that most adults are eating only half their daily recommendation of fiber. To increase fiber in your diet try to add foods to your diet that contain both soluble and insoluble fiber. If you are not used to eating any fiber at all increase your fiber intake gradually to avoid any digestive problems. Decreasing the amount of processed foods you eat, and adding whole fresh foods like fruits and vegetables and whole grains to your diet, will increase your fiber intake and is the key to a healthy diet.


Article Directory: http://www.articledashboard.com
Canadian magazines are a good place to find information on fiber and how to include it in a healthy diet.Women to women magazines are also a good source of recipes that include fiber, and nutritional recommendations for you and your family.



Monday, October 21, 2013

Tangkal Osteoporosis dengan Susu atau Suplemen Kalsium?


Foto :http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/1032141-minum-susu-780x390.jpg

KOMPAS.com — Asupan kalsium dapat diperoleh dari banyak jenis sumber pangan. Namun sering kali jenis pangan yang dikonsumsi sehari-hari tidak dapat mencukupi kebutuhan kalsium harian tubuh, yang berkisar 1.000 mg bagi orang dewasa.
Karena itu, sejumlah pakar gizi menyarankan untuk menambahkan asupan kalsium melalui konsumsi susu atau suplemen kalsium. Lantas bagaimana tingkat efisiensi keduanya untuk mencegah penyakit pengeroposan tulang (osteoporosis) akibat kurangnya simpanan kalsium?
Menurut pakar gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Fiastuti Witjaksono, SpGK, baik susu maupun suplemen sama-sama bisa menambah asupan kalsium dalam tubuh. Terlebih jika susu yang dikonsumsi adalah susu dengan fortifikasi penambahan kalsium.
Fiastuti mengatakan, susu tanpa fortifikasi saja mengandung sekitar 300 mg kalsium dalam satu gelas. Jika sudah difortifikasi kalsiumnya bisa mencapai 500-600 mg satu gelasnya sedangkan kalsium dari suplemen kandungannya bervariasi dari 500-800 mg.
Hanya saja, kata Fiastuti, untuk mencegah osteoporosis, tubuh tidak hanya membutuhkan kalsium saja, tetapi juga vitamin D dan mineral-mineral lainnya. Maka terkadang suplemen yang isinya hanya kalsium tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan itu.
"Sementara, susu tidak hanya mengandung kalsium, melainkan zat gizi lainnya yang cukup lengkap dan bisa mencukupi kebutuhan gizi lainnya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Kendati demikian, saat ini sudah tersedia pilhan suplemen yang lebih lengkap yang mengandung kalsium, vitamin D, dan mineral lainnya. Maka yang perlu diingat untuk membuat kalsium terserap optimal adalah waktu mengonsumsinya.
Fiastuti menjelaskan, tubuh paling baik menyerap kalsium dalam keadaan asam sehingga kalsium paling baik dikonsumsi dalam bentuk kalsium sitrat, bukan kalsium karbonat. 

"Meminum suplemen kalsium juga sebaiknya tidak sesudah makan," tandasnya.
Dalam kesempatan berbeda, ahli gizi dai Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Nanny Djaja mengatakan, asupan kalsium yang dimakan tidak dapat sepenuhnya terserap oleh tubuh.
"Konsumsi kalsium dari makanan hanya dapat diserap sekitar 70 persen oleh tubuh, sedangkan dari suplemen hanyalah sekitar 30 persen," kata dia.
Jadi, baik susu maupun suplemen sebenarnya sama-sama efisien dalam menjadi sumber kalsium. Kalsium juga bisa masuk optimal ke tulang dengan berolahraga dan menghindari makanan minuman yang menghalangi penyerapan protein, seperti alkohol, kopi, makanan tinggi garam, dan protein.

Editor :
Wardah Fajri



Penulis : Unoviana Kartika
http://health.kompas.com/read/2013/10/19/1517500/Tangkal.Osteoporosis.dengan.Susu.atau.Suplemen.Kalsium.




Saturday, October 19, 2013

Mentimun Yang Menyehatkan


Foto : http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/15/1119289shutterstock-144938824780x390.jpg

KOMPAS.com — Saat mengonsumsi daging, selayaknya seimbangkan dengan asupan sayur dan buah. Anti-oksidan pada sayur dan buah mampu menyeimbangkan efek natrium dan zat besi hemepada daging yang berpotensi meningkatkan tekanan darah. 
Salah satu jenis sayur atau buah yang bisa mengontrol efek natrium dan heme pada daging adalah mentimun. Mentimun mengandung banyak serat, potasium, dan magnesium. Ketiganya baik untuk mengontrol tekanan darah, baik tekanan darah tinggi maupun rendah.
"Sebetulnya, efek ini bisa diperoleh dari sayur dan buah jenis apa pun, termasuk salah satunya mentimun. Yang penting jangan lupa untuk mengonsumsi sayur dan buah saat makan daging," kata dokter gizi, Dr Saptawati Bardosono, kepada Kompas Health.
Selain sebagai penyeimbang asupan daging merah, dilansir dari fitnea.com, berikut 14 manfaat lain mengonsumsi mentimun yang baik untuk kesehatan tubuh.
1. Mengembalikan cairan tubuh
Bila merasa belum minum cukup air, sebaiknya segera makan mentimun. Pangan yang 90 persen terdiri atas air ini akan segera mengembalikan cairan dalam tubuh.
2. Melawan panas dari luar dan dalam tubuh
Makan mentimun mencegah rasa panas dari dalam tubuh. Saat panas terik, Anda juga bisa mengaplikasikan mentimun pada kulit untuk menjaga kelembabannya.
3. Mengurangi racun dalam tubuh
Air dalam mentimun berfungsi seperti sapu, yang membersihkan limbah dari dalam tubuh. Makan mentimun secara teratur diketahui akan melarutkan batu ginjal.
4. Mencukupkan kebutuhan vitamin sehari-hari
Mentimun mengandung tiga vitamin pokok yang selalu dibutuhkan sehari-hari. Vitamin A, B, C tersebut akan memperkuat sistem imun yang melindungi tubuh sehari-hari. Untuk memperoleh hasil maksimal, mentimun bisa dijus bersama bayam dan wortel. Sebaiknya mentimun tidak dikupas karena di bagian itulah terkandung 12 persen vitamin C, yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
5. Memberi cukup mineral untuk kulit
Mentimun memiliki kandungan potasium, magnesium, dan silikon yang tinggi. Hal inilah yang menjadikan timun sebagai bahan dasar tindakan spa untuk merawat kulit.
6. Membantu pencernaan dan pengurangan berat badan
Dengan kandungan air yang tinggi dan kalori yang rendah, mentimun adalah pangan ideal untuk menurunkan berat badan. Mengunyah mentimun baik untuk olahraga rahang dan seratnya baik untuk pencernaan. Konsumsi mentimun dalam hidangan sehari-hari baik untuk mengobati konstipasi kronis.
7. Memperbaiki tampilan mata
Potongan mentimun yang ditempatkan pada kelopak mata yang bengkak bisa memperbaiki penampilan. Timun akan mengurangi bengkak dan kantong mata sehingga membuat wajah tampak lebih segar.
8. Melawan kanker
Mentimun mengandung secoisolariciresinollariciresinol, dan pinoresinol. Ketiganya berhubungan erat dengan pengurangan risiko beberapa tipe kanker seperti kandung telur, payudara, prostat, dan saluran air kecil (uterine).
9. Mengurangi efek diabetes dan kolesterol
Mentimun mengandung hormon yang dibutuhkan sel pankreas untuk memproduksi insulin. Produksi insulin membantu tubuh mengontrol kandungan gula darah pada pasien diabetes. Timun juga mengandung sterol yang mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.
10. Menyegarkan bau mulut
Jus mentimun mengobati dan menyegarkan bau napas akibat sakit gusi. Untuk memperoleh manfaat ini, sepotong mentimun bisa diletakkan dalam rongga mulut. Selanjutnya mentimun ditekan menggunakan lidah pada atap mulut. Kandungan fotokemikal mentimun akan membunuh bakteri, yang mengakibatkan bau napas tak sedap.
11. Melembutkan rambut dan kuku
Mineral silika dalam mentimun membuat rambut dan kuku lebih kuat dan bersinar. Kandungan sulfur dan silika terbukti merangsang pertumbuhan rambut.
12. Mendukung kesehatan sendi dengan mengobati "arthritis" dan gangguan pada persendian
Mentimun adalah sumber yang baik untuk kesehatan sendi dengan memperbaiki jaringan yang saling berhubungan. Mentimun yang dipadukan dengan wortel akan mengobati encok dan arthritis dengan menekan kadar asam uric.
13. Mengatasi pusing
Untuk menghindari pusing saat bangun pagi, sebaiknya makan beberapa iris mentimun sebelum tidur. Kandungan vitamin B, gula, dan elektrolit akan mengembalikan nutrisi dan mengurangi pusing pada pagi hari.
14. Menjaga ginjal tetap sehat
Mentimun akan menekan tingkat asam uric dalam tubuh dan menjaga ginjal tetap sehat.


Sumber :
Editor :
Wardah Fazriyati





http://health.kompas.com/read/2013/10/16/1612068/14.Alasan.Makan.Mentimun.Menyehatkan



Thursday, October 17, 2013

Mengkonsumsi Ikan dan Pisang Atasi Sulit Tidur



Foto : detikFood

Jakarta - Bagi sebagian orang, tidur merupakan hal yang sulit dilakukan. Mata mereka tetap terjaga saat malam hari dan mengantuk saat siang hari. Alih-alih mengonsumsi obat tidur, konsumsi beberapa jenis makanan bisa mengatasinya.

Seperti dilansir dari Eating Well (17/10/2013), Brierley Wright selaku Ahli Gizi menginformasikan makanan yang membuat Anda mengantuk di malam hari.

1. Ikan
Hampir semua jenis ikan, terutama salmon, halibut, dan tuna, mengandung vitamin B6 dalam jumlah tinggi. Menurut artikel penelitian Annals of New York Academy of Sciences, vitamin B6 berperan dalam pembuatan melatonin, yaitu hormon yang membantu seseorang tertidur dalam keadaan gelap.

2. Beras Jasmine
Beras melati atau jasmine rice merupakan jenis beras asal Thailand yang bertekstur panjang. Beras ini memiliki aroma seperti kacang dan rasanya seperti pandan. Studi American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan kandungan indeks glikemik yang tinggi pada beras jasmine membuat seseorang tertidur lebih cepat.

3. Yogurt
Produk dairy seperti yogurt dan susu mengandung kalsium dalam jumlah banyak. Sebuah penelitian menunjukkan kekurangan kalsium menyebabkan seseorang sulit mengantuk.

4. Biji-bijian
Bulgur, barley, dan jenis biji-bijian lainnya mengandung magnesium dalam jumlah tinggi. Laporan Journal of Orthomolecular Medicine menunjukkan konsumsi sedikit magnesium membuat seseorang sulit tidur nyenyak.

5. Pisang
Selain kaya akan potasium, pisang juga merupakan sumber vitamin B6 yang baik. Vitamin ini berperan dalam produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membuat seseorang tertidur dalam keadaan gelap.

6. Chickpea
Kacang kecil bernama chickpea ini banyak dijual dalam kemasan kaleng dan bisa diolah menjadi sup, saus, atau salad. Selain lezat, chickpea juga tinggi kandungan vitamin B6 yang mampu memproduksi hormon melatonin.

7. Sereal yang telah difortifikasi
Vitamin B6 juga terkandung dalam sereal yang telah difortifikasi. Menurut Annals of the New York Academy of Sciences, vitamin ini berperan dalam pembentukan hormon melatonin yang membuat seseorang mengantuk di malam hari.

8. Kale
Selama ini produk dairy dikenal sebagai sumber utama kalsium. Padahal sayuran berdaun hijau, seperti kale, juga menyediakan kalsium dalam jumlah banyak. Seperti diketahui, kurang kalsium membuat seseorang sulit mengantuk.

Andi Annisa Dwi Rahmawati Nurdin - detikFood



Wednesday, October 16, 2013

Vegetarian Membuat Berat Badan Turun Libido Meningkat



Foto: Thinkstock

Jakarta - Kandungan nutrisi dalam sayuran dan buah menjadi kunci utama untuk tubuh sehat. Tapi, sampai saat ini diet vegetarian masih dipandang sebelah mata karena dianggap tidak memberikan nutrisi cukup untuk tubuh.

Selain membuat tubuh lebih langsing, diet vegetarian ternyata memberikan asupan antioksidan dan vitamin untuk kinerja tubuh lebih sehat. Dilansir dalam Fox News (11/10/2013) inilah beberapa manfaat yang bisa Anda nikmati saat menjalankan diet vegetarian.

1. Berat badan turun
Sebuah studi dari Oxford University yang meneliti 38.000 orang dewasa menemukan pemakan daging mempunyai indeks masa tubuh (BMI) tertinggi dibandingkan dengan semi-vegetarian dan vegetarian. Hal ini dikarenakan sumber makanan nabati kaya anti oksidan dan serat yang bisa meningkatkan pembakaran kalori.

2. Terhindar dari berbagai penyakit
Diet vegetarian terbukti bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Selain itu sebuah studi dari Loma Linda University menemukan tingkat kematian pada vegetarian 12 persen lebih rendah dari para pemakan daging. American Institute for Cancer Research menyatakan diet kaya sayuran dan buah juga bisa menurunkan risiko kanker seperti perut, usus, pankreas, dan payudara.

3. Meningkatkan mood
Sebagai tambahan tubuh sehat, mengonsumsi lebih banyak sayuran bisa berpengaruh pada pikiran. Studi di British Journal of Health Psychology melibatkan 300 partisipan yang melengkapi data makanan sehari-hari dan penilaian mood. Tim peneliti menemukan konsumsi banyak sayuran dan buah membuat tubuh lebih berenergi, tenang, dan pikiran lebih bahagia.

4. Kulit berkilau
Sayuran dan buah bisa membuat kulit berkilau karena kandungan antioksidan yang meningkatkan sirkulasi dan menghalangi pigmentasi kulit. Konsumsi sayuran segar untuk menghindari kandungan bernama advanced glycation endproducts (AGEs) yang diproduksi saat bahan makanan dimasak dalam suhu tinggi. Kadungan tersebut bisa memicu penuaan dini dan penimbunan lemak.

5. Meningkatkan libido
Kandungan vitamin C dan methylxanthines dari stroberi, potasium dari alpukat, dan vitamin E dari almond terbukti bisa meningkatkan libido. Selain itu, sebuah studi dari Republik Cheko membuktikan sampel aroma tubuh dari pria vegetarian jauh lebih menarik dan wangi daripada pria pemakan daging.


Deani Sekar Hapsari - detikFood



Thursday, October 10, 2013

Probiotik Bermanfaat Mencegah Bayi Alergi


Foto :http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/27/1117476shutterstock-96680560780x390.jpg

KOMPAS.com - Alergi pada bayi bisa terjadi jika tiga faktor utama ini saling berhubungan. Yakni genetik, lingkungan mikrobiotik pada saluran cerna, dan masuknya alergen. Jika ayah atau ibu bayi memiliki alergi, anak kemungkinan terkena alergi hanya jika terjadi gangguan di lingkungan mikrobiotik dan masuknya alergen.

"Aspek genetik, lingkungan, alergen, jangan sampai nilainya tinggi, harus ada yang nol. Terjadi alergi bila ada pertemuan ketiga aspek ini, harus semuanya, tidak bisa hanya salah satu saja," ungkap Anang Endaryanto, MD, PhD, konsultan Pediatri Alergi Imunologi RS Dr Soetomo Surabaya, kepada Kompas Health di sela Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Dokter Indonesia (PIT IDAI), di Solo, Senin (7/10/2013).

Anang menjelaskan kalau ibu alergi, anak bisa saja alergi bisa juga tidak. Perlu dilihat lagi faktor lainnya yakni apakah ayah alergi? Jika keduanya alergi, anak 80 persen bisa alergi. Jika hanya salah satunya yang alergi, ayah atau ibu saja, maka anak 40 persen bisa mengalami alergi.

Anak yang memiliki orangtua alergi juga semakin berisiko tinggi jika dilahirkan melalui operasi caesar. Pasalnya, pada anak yang lahir melalui operasi caesar, bisa jadi ada gangguan flora normal baik secara jumlah mau pun kualitasnya. Dengan kata lain, lingkungan mikrobiotiknya rendah yang berpotensi menimbulkan alergi pada bayi. Dampaknya kemudian, alergen bisa tembus dan menimbulkan alergi.

Alergen, kata Anang, bisa berupa makanan yang pertama kontak dengan bayi, baik Air Susu Ibu atau susu formula. Kalau pada ibu yang punya alergi, ASI bisa menjadi sumber pencetus alergi pada bayi ASI. Ini terjadi ketika ibu yang alergi mengonsumsi makanan atau minuman penyebab alergi. Alergen juga bisa berasal dari susu formula yang dikonsumsi bayi. Jika ibu atau ayah (atau keduanya) memiliki riwayat alergi susu sapi, dan bayi mengonsumsi sufor, maka bayi berisiko  alergi.

Menurut Anang, alergi pada bayi sebenarnya bisa dihindari. Caranya saat hamil, ibu yang memiliki riwayat alergi atau ibu dengan suami yang memiliki alergi, mengonsumsi probiotik. Namun yang sering terjadi adalah ibu hamil salah kaprah menyikapi alergi. Anang mengatakan yang sering dilakukan ibu hamil adalah menghindari atau pantang makan makanan pencetus alergi.

"Orangtua sering salah. Supaya anak tidak alergi, orangtua pantang makanan tertentu. Ini tidak boleh dilakukan. Jika ingin mencegah alergi, akan lebih baik jika ibu melahirkan normal karena bayi kontak dengan flora normal ibu dan ini melindunginya dari alergi," ujarnya.

Karenanya dengan mengonsumsi probiotik saat hamil, ketika persalinan normal tidak bisa dilakukan akibat kondisi tertentu, dan ibu harus melahirkan melalui operasi caesar, alergi pada bayi bisa terhindari. Apalagi jika ayah dan ibu, salah satu atau keduanya, memiliki riwayat alergi.

"Probiotik dikonsumsi sejak trimester pertama kehamilan dan diteruskan hingga bayi lahir," terangnya.

Penulis : Wardah Fazriyati /Kompas.com





Wednesday, October 2, 2013

MAKANAN KADALUWARSA YANG MASIH BOLEH DIKONSUMSI

Razia makanan kadaluarsa, ilustrasi
http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/razia_makanan_kadaluarsa_ilustrasi_100729155546.jpg

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK -- Beberapa makanan ternyata masih bisa dikonsumsi meski pada kemasannya tertera tanggal yang menyatakan produk tersebut sudah kedaluwarsa.

Seperti dikutip BBC, sejumlah ketentuan tanggal kedaluwarsa tidak secara langsung berdampak pada keamanan pangan tetapi pada rasa produk makanan itu, kata Dana Gunders, ilmuwan ahli makanan dari Natural Resources Defence Council (NRDC), yang mengeluarkan laporan bahwa kebanyakan makanan yang sudah diklaim kedaluwarsa ternyata masih aman dimakan.

Di Amerika Serikat saja sekitar 40 persen makanan terpaksa dibuang, kebanyakan karena penggunaan label penanggalan yang membingungkan seperti "digunakan pada", "dijual pada" dan "bisa dinikmati pada".

Menanggapi hal ini pada awal tahun depan seorang pebisnis asal Amerika Serikat Doug Rauch akan membuka supermarket dan restoran yang menjual makanan kedaluwarsa yang masih layak makan.

Apa sajakah makanan yang masih layak makan itu? Berikut ini diantaranya:

Keripik tortilla tak akan membuat sakit setelah satu bulan (kedaluwarsa), kata Gunders, meskipun mungkin mulai terasa basi.

Gunders menyarankan agar keripik dimasak kembali dalam pemanggang roti dengan minyak dan dijamin hasilnya kembali renyah. Menyimpan dalam wadah tertutup memperpanjang masa konsumsi makanan semacam ini.

Ia juga mengatakan yoghurt dapat bertahan lebih dari enam minggu dan dia sering memakannya. "Saya makan yoghurt berbulan-bulan melewati tanggal kedaluwarsanya, (tetapi) saya tidak pernah punya masalah."

Cokelat juga bisa bertahan lama, ujarnya. Namun pada coklat sering dijumpai lapisan putih ketika coklat terekspos udara terbuka.

Ini terjadi karena lemak yang telah terkristalisasi mencair dan naik ke bagian atas. Itu bukan jamur, kata dia, dan aman untuk dimakan.

Gunders juga mengatakan kebanyakan orang membuang telur jauh lebih awal daripada yang seharusnya. Padahal telur bisa bertahan tiga hingga lima minggu.

Simpan telur pada temperatur di bawah 5C karena hal ini bisa membantu mencegah pertumbuhan bakteri Salmonella Enteritidis, kata Ted Labuza, profesor ilmu makanan dari Universitas Minnesota.

Susu akan berbau bau busuk jauh sebelum bisa membuat Anda sakit, kata Labuza. Ia menyarankan wadah susu diletakkan pada suhu kamar karena mikroba di udara akan merusak susu - menutupnya dengan cepat dan mengembalikannya ke lemari es pada suhu sekitar 2C akan membantu memperpanjang umur susu.

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/13/09/29/mtvzo3-ini-makanan-kedaluwarsa-yang-masih-bisa-dikonsumsi
Redaktur : M Irwan Ariefyanto

Wednesday, September 25, 2013

KULIT MULUS DAN SEHAT DENGAN TAHU DAN ALPUKAT


thumbnail
Foto: Thinkstock    http://images.detik.com/content/2013/09/25/900/064917_sarapantahu_cvr.jpg

Jakarta - Sarapan tidak hanya dapat menurunkan berat badan. Tapi juga bisa membantu menjaga kulit agar tetap sehat. Karena itu sajikan makanan kaya protein, lemak sehat dan mineral alami.

Banyak sekali makanan yang bisa disajikan saat sarapan. Tentunya dengan bahan makanan bernutrisi untuk meningkatkan energi. Manfaat lainpun bisa dirasakan menu sarapan yang disajikan seperti menurunkan berat badan dan membuat kulit jadi mulus.

Salah satu bahan makanan bernutrisi yang bisa disajikan adalah tahu dan alpukat. Dua jenis bahan makanan ini mudah disajikan. Misalnya pada tahu bisa disajikan sebagai omelet tahu yang disajikan bersama telur. Sedangkan alpukat bisa dibuat menjadi jus tanpa tambahan gula.

Tahu yang merupakan olahan kedelai ini baik dikonsumsi saat sarapan. Karena mengandung protein nabati, kalsium dan lemak tak jenuh. Kombinasi nutrisi ini dapat membuat kulit jadi lebih halus. Selain itu tahu juga kaya antioksidan, mineral dan mangan yang berguna untuk meremajakan sel-sel kulit.

Agar tak mendapat tambahan lemak, sebaiknya sajikan tahu dengan cara dikukus. Proses penggorengan akan membuat tahu lebih gurih dan renyah tetapi menjadi lebih tinggi kalorinya karena minyak. 

Buah alpukat juga baik disajikan sebagai menu sarapan sehat. Bisa dibuat jus atau salad buah segar. Alpukat merupakan sumber vitamin E yang dapat meningkatkan vitalitas kulit dan jadi lebih berkilau. Selain itu alpukat juga banyak mengandung vitamin C yang dapat mengurangi peradangan kulit.

Sementara itu kandungan minyak baik pada alpukat dapat merangsang produksi kolagen di kulit. Sehingga tekstur kulit jadi lebih kencang dan halus. Andapun bisa mengkonsumsi satu buah alpukat saat pagi hari agar kulit tetap lembab.

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood

http://food.detik.com/read/2013/09/25/064610/2368480/900/tambahkan-tahu-dan-alpukat-dalam-sarapan-agar-kulit-lebih-mulus-dan-sehat?d992202284

(odi/dyh)