Thursday, September 19, 2013

Stroberi dan Bluberi Cegah Serangan Jantung


Foto Shutterstock http://health.kompas.com

Kompas.com - Kabar gembira bagi Anda penggemar buah-buahan jenis beri. Menurut penelitian, wanita yang rutin mengonsumsi buah stroberi atau bluberi beresiko lebih rendah terkena serangan jantung.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Circulation ini menunjukkan, wanita yang sering makan buah beri risikonya 32 persen lebih rendah mendapat serangan jantung dibanding yang makan buah-buahan itu sebulan sekali.

Bluberi dan stroberi adalah buah yang tinggi kandungan flavonoid-nya, terutama jenis antosianin, yang diketahui bermanfaat untuk melawan terjadinya plak penyebab serangan jantung.

Penelitian terbaru mengenai manfaat buah beri itu meliputi 93.600 wanita berusia 25-42 yang berpartisipasi dalam Nurses Health Study II. Pola makan para partisipan ini dicatat setiap empat tahun selama periode 18 tahun. Pada akhir penelitian, terdapat 405 responden yang kena serangan jantung.

"Rajin mengonsumsi buah-buahan beri, bahkan pada usia muda akan menurunkan risiko serangan jantung di kemudian hari," kata Aedin Cassidy, ketua departemen nutrisi dari Norwich Medical School di Universitas East Angelica, Inggris.

Pada studi tahun 2012 yang dimuat dalam American Journal of Medicine juga disebutkan bahwa wanita yang sering mengonsumsi antioksidan dari makanan, risikonya terkena serangan jantung turun sampai 20 persen dalam periode 10 tahun mendatang.

Sumber :
Huffington Post

Penulis : Lusia Kus Anna |
http://health.kompas.com/read/2013/01/21/15342012/Stroberi.dan.Bluberi.Cegah.Serangan.Jantung









Monday, September 2, 2013

NORMALKAH POLA MAKAN ANDA?



Jakarta - Secara alamiah, manusia dikaruniai naluri untuk mengontrol asupan makan melalui rasa lapar. Bila segala sesuatunya berjalan 'normal', belum mengalami gangguan apapun, seseorang tidak perlu diet untuk menerapkan pola makan yang sehat.

Tentunya ada kondisi tertentu yang mengharuskan seseorang mengatur sendiri pola makannya. Saat naluri, nafsu makan dan rasa lapar sudah tidak bisa diandalkan lagi, maka diperlukanlah program 'diet' untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Berikut ini beberapa hal yang menilai apakah pola makan masih 'normal' atau sudah harus diet, seperti dikutip dari Huffingtonpost, Selasa (27/8/2013).
1. Normalnya tidak usah direncanakan

Secara naluriah, seseorang akan makan saat merasa lapar, atau pada waktu-waktu tertentu sesuai rutinitas sehari-harinya. Pola makan yang normal juga tidak mengenal perencanaan, harus makan ini-itu dan harus menuliskan jadwal kapan boleh makan maupun tidak. Saat segala sesuatunya mulai serba diatur, dan naluri alamiahnya tidak bisa diandalkan, saat itulah pola makan dikatakan sudah tidak 'normal'.
2. Normalnya tidak memikirkan makanan sepanjang hari
Seseorang dengan pola makan yang masih 'normal', tidak akan memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan makanan selain pada saat makan. Bukan cuma soal perencanaan, tetapi juga berbagai fantasi tentang program diet, berat badan dan sebagainya. Memikirkan makanan hanya saat makan, setelah itu akan menjalani hidup dengan 'normal'.
3. Normalnya tidak perlu merasa bersalah saat makan enak
Seseorang dengan pola makan 'normal' tidak memiliki 'penilaian moral' tentang makanannya, seolah-olah seluruh dunia akan menganggapnya berdosa jika makan donat yang banyak gulanya. Mengonsumsi makanan sehat memang dianjurkan, tapi 'normalnya' sekali waktu tubuh bisa mentoleransi makanan enak.
4. Normalnya makan itu spontan
Artinya hanya makan saat merasa lapar, berhenti saat kenyang dan hanya mengonsumsi makanan yang dirasa enak pada saat tersebut. Dalam kondisi 'normal', tubuh memiliki 'biological wisdom' yang secara otomatis akan membatasi asupan-asupan tidak sehat. Jika sudah harus serba diatur, itu berarti sudah 'tidak normal'.
5. Normalnya tidak harus lapar saat galau
Seseorang dengan pola makan 'normal' bunya beragam cara untuk mengatasi ketidaknyamanan. Seperti diketahui, beberapa orang mengalami peningkatan nafsu makan, khususnya untuk mengonsumsi makanan manis, saat mengalami stres secara emosional. Saat tidak bisa mengatasi stres tanpa makanan, maka pola makan sudah tidak 'normal'.





AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
http://health.detik.com/read/2013/08/27/095345/2341456/1410/pola-makan-anda-masih-normal-atau-tidak-cek-di-sini-saja

Thursday, March 28, 2013

Kulit Mulus Bebas Jerawat Berkat Jus Mentimun dan Air Kelapa




Foto Thinkstock

Jakarta - Menikmati sayuran tak harus selagi segar atau dimasak dengan bumbu. Bisa juga dibuat jus dengan campuran buah lainnya. Beberapa jenis sayuran justru memberi manfaat lebih selain rasanya yang menyegarkan.

Sayuran yang rasanya segar dan cenderung hambar juga punya sejumlah nutrisi penting. Apalagi jika dinikmati dalam keadaan segar. Beberapa racikan jus sayuran ini kaya manfaat untuk kesehatan.









Foto Thinkstock



1. Jus wortel dan sayuran hijau
Wortel dan sayuran hijau mengandung antioksidan dan beta-karoten, berperan sebagai anti-penuaan. Kedua sayuran ini juga dapat membantu membersihkan radikal bebas dan menjaga kesehatan kulit dari racun yang memicu penuaan dini.












Foto Thinkstock

2. Jus mentimun
Mentimun diketahui baik untuk kesehatan kulit, karena mengandung silika atau lebih dikenal sebagai mineral kecantikan untuk menguatkan kuku dan rambut. Selain itu juga mengandung 90% air untuk mencegah dehidrasi, yang bisa menyebabkan kulit kering dan kusam. Karena itu, mentimun yang bisa dibuat jus baik dikonsumsi setiap hari.









Foto Thinkstock

3. Air kelapa
Air alami yang ada di dalam kelapa juga bermanfaat lebih untuk kecantikan. Air kelapa berguna untuk menyeimbangkan elektrolit dan mengandung potasium untuk mencegah kram. Air kelapa juga mengandung antibakteri untuk mencegah timbulnya jerawat.













Foto Thinkstock

4. Jus lidah buaya
Daging buah lidah buaya sudah mulai dimanfaatkan sebagai minuman termasuk jus. Buahnya yang kenyal dan seperti jelly ini dapat mengurangi kembung dan menyehatkan usus. Selain itu juga untuk melindungi kulit dari sengatan matahari dan menjaga kelembaban kulit.











Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood

http://food.detik.com/read/2013/03/27/165737/2205467/900/5/kulit-mulus-bebas-jerawat-berkat-jus-mentimun-dan-air-kelapa




Saturday, February 23, 2013

MUI expects to take leading part in halal certification


Foto Antara Asep Fathulrahman



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesian Council of Ulama (MUI) expects the institution still have the leading role in halal certification process. Government could play roles in socializing, regulating and monitoring, Chairman of MUI, Amihdan, said.
Amihdan said that MUI was the right insitution to lead the process. "If only government wants to participate, they can take part in post-certification," Amihdan said on Wednesday in the press release, explaining that MUI and the Assessment Institute for Foods, Drugs and Cosmetics (LPPOM) were one step ahead.
LPPOM MUI has provided online halal certification in which LPPOM will send the auditor to the respective company. The during the visit to Amihda, head of PKS faction, Hidayat Nur Wahid, said PKS supported MUI to take the lead in making the edict of halal and haram. "Government can play some roles in socializing, monitoring, and regulating the halal certification," he said. Wahid also asked MUI to communicate with other factions to get more supports.




Monday, February 18, 2013

Successfully Picking The Best Supplements For Muscle Gain

Contending with levels of health and fitness is often a process that requires an incredible amount of concentration and discipline on the part of any person. Many people are simply trying to lose weight and actually get in shape while others are more concentrated on the ability to reach more advanced stages of fitness and training throughout their efforts. People interested in this effort should know the basics of choosing the best supplements for muscle gain to ensure they easily reach their goals.

The process of building muscle is actually a main goal among consumers that are interested in building upon their advanced fitness training . The ability to increase mass throughout the body is much more challenging than losing weight as the body responds to training levels in a highly unique and personalized manner. Consumers also learn that they are required to ingest various sources of nutrition and supplements in order to reach their goals in a productive manner.
Consumers that are interested in making this particular purchase are faced with a tremendous number of options to sort through. The increased awareness surrounding the use of these products when trying to reach any kind of goal has led to an increase in supply from various manufacturers. Making an effective choice is actually quite simple when considering various facets of review.

People often begin their efforts by reading as many product reviews and comparisons as possible. Product review sites are filled with a majority of the leading creators of these products and are capable of comparing them against one another to uncover the best quality. Consumers often focus on the products with the best results for the lowest prices.

Consumers are interested in receiving referrals from people that already use this type of product for their needs. Asking around and determining what other muscular people use is one of the main sources of consideration among interested consumers when trying to ensure the best options are sorted through. Many consumers are even able to learn where to make their purchases at an affordable price through this method.

Another source of consideration in this process is ensuring that the side effects are as carefully reviewed as possible. Each type of product offered in this industry is associated with some type of side effective upon ingestion that can have lasting ramifications. The products that are the easiest and safest on the body are typically the ones that generate the most attention.

The instructions for proper use should also be carefully considered as part of this effort. Taking the supplements considered is usually quite stringent and often based on the need to follow consistent rules and processes in order to actually be effective. Concentrating on the simplest products is helpful in keeping this effort as well managed as possible.

The best supplements for muscle gain are often bought after ensuring they are affordable. Paying for health and fitness products can quickly become overwhelming for consumers to contend with on any budget. Concentrating on the lowest costs for the most effective results is helpful in keeping this entire process as successful and well managed as possible.


Article Directory: http://www.articledashboard.com
When you are searching for more info about the best supplements for muscle gain, take a look at our website right away! Find here all the details on how to get ripped fast by visiting this pagewww.goldmedalsupplements.com/supplements-get-muscle.html now.

Friday, February 8, 2013

Makan dalam keadaan remang atau gelap


(Foto: Thinkstock)

Vera Farah Bararah - detikHealth

Jakarta, Makan di suasana remang atau gelap bisa dibilang romantis, tapi hasil akhirnya ternyata tak hanya itu. Ini karena makan di ruangan remang-remang cenderung membuat orang mengonsumsi lebih banyak kalori.

Kondisi ini disebabkan pada suasana terang orang lebih sadar apa saja yang dikonsumsi, sedangkan pada cahaya remang orang tidak menyadari berapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi sehingga memicu asupan kalori berlebih.


(ver/vit)
http://health.detik.com/read/2013/02/07/134820/2163825/1412/makan-dalam-keadaan-remang-atau-gelap?l882209755




Tuesday, February 5, 2013

Inilah Diet Paling Aman untuk Tubuh


Inilah Diet Paling Aman untuk Tubuh

http://www.sehatnews.com/wp-content/uploads/2012/07/buah-dan-sayur-610x250.png


Karbohidrat dikatakan menyebabkan kegemukan. Karena itu, banyak orang cenderung mengurangi asupan karbohidrat atau menjalani diet rendah karbohidrat. Tapi, apakah benar diet rendah karbohidrat juga cukup aman buat kita?
Diet rendah karbohidrat atau low carbohydrate diet (low-carb diet) sering disebut diet Atkins. Ini adalah jenis yang diperkenalkan oleh seorang ahli nutrisi asal Amerika, Dr. Robert Coleman Atkins, pada tahun 1970 silam dan popular justru di tahun 2000-an.
Menurut Dr Samuel Oetoro, MD, diet rendah karbohidrat adalah jenis diet yang dilakukan dengan cara membatasi asupan makanan sumber karbohidrat. Orang tidak lagi mengonsumsi nasi, kentang dan sumber karbohidrat lain.
Setidaknya ada tiga unsur dalam karbohidrat, yakni karbon, hidrogen dan oksigen. Tiap gram karbohidrat menurut Samuel menghasilkan empat kalori energi (4 kkal). Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga bermanfaat memacu kerja otak dan otot tubuh.
Bila seseorang menjalani diet karbohidrat, sumber energi dengan sendirinya berasal dari makanan tinggi protein dan lemak. Padahal tingginya protein dan lemak bisa juga menyebabkan banyak masalah. salah satunya adalah meningginya kolesterol tubuh yang pada akhirnya juga menyebabkan terjadinya aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah.
Berlebihnya asupan protein dan lemak juga sebabkan kerja ginjal terlalu berat. Karena itu tidak bisa kita mengurangi satu kemudian memperbanyak asupan makan yang lain.
Bagaimanapun, yang paling masuk akal adalah tetap menjalani diet dengan gizi seimbang. Ini artinya setiap kali kita makan, asupan makanan sumber karbohidrat, lemak, protein ada semua dengan takaran tertentu. Diet jenis ini adalah yang paling aman.